Politik

Firman-Bustomi dan Ike Edwin-Zam Zanariah Serahkan Dukungan ke KPU

Bakal calon walikota dan Bandar Lampung periode 2021-2024 dari jalur perseorangan, Ike Edwin, saat menyambangi kantor KPU/Suluh/TOM

BANDAR LAMPUNG — Dua bakal pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Bandar Lampung periode 2021-2024 dari jalur perseorangan (calon independen/caden), pemegang mandatori username-password akun Sistem Informasi Pencalonan (SILON) Pilkada Kota Bandar Lampung, Dr (Cand) Ir H Firmansyah Yunialfi Alfian MBA MSc – Prof Dr Ir H Raden Achmadi Bustomi Rosyadi MS, dan Irjenpol Purn Dr H Ike Edwin SIK SH MH MM – dr Hj Zam Zanariah SpS MKes, akan menyambangi kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Bandar Lampung, Jl P Sebesi 90, Sukarame, Bandar Lampung, hari ini, Minggu (23/2) kemarin.

Kedua bakal paslon akan diterima langsung oleh Ketua KPU setempat Dedi Triadi beserta jajaran, dalam rangka penyerahan dukungan pencalonan bakal paslon walikota dan wakil walikota Bandar Lampung.

Sesuai dasar hukum utama penyelenggaraan pilkada 2020: UU Nomor 1/2015, UU Nomor 8/2015, UU Nomor 10/2016, Peraturan KPU/PKPU Nomor 16/2019 tentang Perubahan PKPU 15/2019 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020, serta PKPU 18/2019 tentang Pencalonan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, hari ini merupakan batas waktu terakhir penyerahan dukungan.

Seperti ditegaskan komisioner sekaligus Kepala Divisi Teknis dan Humas KPU Kota Bandar Lampung Ferry Triatmojo, pada Kamis (13/2) pekan lalu.

“Bakal pasangan calon memiliki waktu hingga masa batas akhir pengumpulan berkas dukungan, yakni tanggal 23 Februari nanti,” terangnya saat itu.

Sesuai ketentuan poin dua Romawi tentang Penyelenggaraan, Pemenuhan Persyaratan Dukungan Pasangan Calon Perseorangan butir (e) hingga (j) Lampiran PKPU 16/2019, penyerahan syarat dukungan bakal paslon termasuk walikota-walikota Bandar Lampung dijadwalkan 19-23 Februari 2020.

Baca Juga:  Tidak Netral di Pemilukada, ASN Dipersilahkan Cuti

Informasi yang berhasil dihimpun sepanjang Sabtu (22/2/2020), Firman-Bustomi yang akan mengawali penyerahan, pukul 09.00 hingga usai pukul 10.30 WIB.

Sabtu, Koordinator Relawan Bandar Lampung Berjamaah, Henny Mariantika SH, salah satu pendukung Firman-Bustomi berbagi info rute konvoi dan rundown penyerahan dukungan.

Dimulai dari sekretariat utama pemenangan, Gedung Darmapala, Jl Pagar Alam (Gang PU) Nomor 61 Kedaton, 700-an relawan bersiap konvoi kendaraan bermotor mengawal bakal paslon berlatar akademisi itu menuju KPU.

Konvoi berjarak tempuh sekitar 6,3 km itu akan melewati sepanjang Jl Zainal Abidin Pagar Alam (pertigaan MBK), belok ke Jl Sultan Agung, menyeberangi Jl Soekarno Hatta, lalu Jl Endro Suratmin, Jalur Dua Permata Biru, rehat di titik kumpul kedua eks Pasar Tempel Sukarame, Jl P Sebesi.

Selanjutnya, massa long march di belakang defile pasukan berkuda yang diantaranya ditunggangi bakal paslon –belakangan telah merevisi visinya jadi Bandar Lampung Cerdas Berjamaah. Agar meriah, atraksi budaya pun akan disuguhkan selama long march.

Menarget tiba tepat pukul 9 pagi di KPU, usai penyerahan dukungan, Firman-Bustomi akan menggelar jumpa pers, sebelum bertolak meninggalkan lokasi, kembali ke Gang PU.

Siangnya, giliran Ike Edwin-Zam Zanariah, dijadwal hadir pukul 13.00 WIB. Kabarnya, Dang Gusti Ike Edwin dan Kanjeng Zam –panggilan keduanya, serta rombongan juga akan rally sejauh 3,7 km dari kediaman Ike, Lamban Gedung Kuning Kerajaan Adat Paksi Pak Skala Brak Lampung, Jl P Suhaimi, Harapan Jaya, Sukarame, usai Zhuhur.

Meski belum final terkonfirmasi, sempat tersiar bahwa rombongan massa pendukung bakal bertolak ke KPU naik sepeda antik. Jumlah massa pengiring duet veteran polisi cum tokoh masyarakat adat Lampung dan dokter spesialis syaraf/neurolog cum aktivis perempuan itu pun belum diketahui pasti.

Baca Juga:  Dana Hibah Pilkada Pesisir Barat Rp15,3 Miliar

Kedua bakal paslon diakui paten soal syarat dukungan. Merujuk PKPU 16/2019, jumlah minimal dukungan bakal calon perseorangan pilkada Bandar Lampung setara 7,5 persen dari total DPT, ditetapkan sebanyak 47.864 orang, dengan sebaran dukungan minimal di 11 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada.

Kewajiban ini sejalan dengan PKPU 18/2019 pasal 14 angka (2) bahwa pasangan calon wajib memasukkan data pendukung yang tercantum dalam surat dukungan ke dalam Sistem Informasi Pencalonan (SILON) dan disampaikan kepada KPU Kabupaten/Kota penyelenggara pemilihan tahun 2020.

Firman-Bustomi membukukan angka cantik 55.555 dukungan, tersebar di 120 kelurahan di 20 kecamatan. Ike-Zam yang memviralkan diri sebagai duet ‘Ikam’ mengentri 51.162 total dukungan, tersebar di 126 kelurahan.

Bisa dipastikan, dua mekanisme, dukungan minimal bakal paslon perseorangan yang telah diinput ke aplikasi SILON di atas kuota tetapan, serta jumlah dukungan tertera di SILON telah dicetak berbentuk hard copy per kelurahan, sukses keduanya tuntaskan.

Usai penyerahan hari ini, tahapan teknis dilanjutkan pengecekan jumlah dukungan dan sebaran (19-26 Februari 2020), verifikasi administrasi dan Kegandaan Dokumen Dukungan (27 Februari-25 Maret 2020), penyampaian dukungan bakal paslon dari KPU Kota ke PPS (26 Maret-2 April 2020), verifikasi faktual di tingkat kelurahan (26 Maret-15 April 2020), rekapitulasi dukungan di tingkat kecamatan (16-22 April 2020).

SILON –terdiri SILON KPU dan SILON Peserta Pemilihan jadi elemen penting pengecekan jumlah minimal dukungan dan sebaran, verifikasi keberadaan dukungan dalam DPT dan/atau DP4, verifikasi dukungan ganda, rekapitulasi dukungan meneliti kegandaan, hingga penetapan peserta pemilihan dan pengundian nomor urut paslon.

Profil caden laga pilkada 23 September 2020, balonwalkot Firman selain Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Lampung, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Lampung 2018-2021, juga aktif di sejumlah organisasi profesi dan organisasi kemasyarakatan. Ia pernah anggota DPRD Kota Bandar Lampung 2004-2009 dan DPRD Lampung 2009-2014, saat masih di Partai Golkar.

Baca Juga:  Lagi, Relawan Konco Lawas Beri Dukungan Untuk Ridho Bachtiar

Bustomi, adalah Guru Besar Pengelolaan Sumber Daya Air Fakultas Pertanian Unila, Wakil Ketua Pusat Penelitian Pengembangan (Puslitbang) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung, salah satu tokoh masyarakat Pasundan di Lampung –Ketua Forum Masyarakat Sunda Ngumbara Lampung (bergelar adat Raja Guru Alam), pendiri/direktur pertama Politeknik Pertanian Unila (kini Polinela), tokoh Muhammadiyah, senior di Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung (Wanadri) Lampung, Dewan Penasihat Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) Komisariat Daerah (Komda) Lampung.

Ike Edwin, salah satu putra terbaik Lampung di kancah nasional. Dikenal ketokohannya sebagai Perdana Menteri Kerajaan Adat Skala Brak Lampung, ia mantan Staf Ahli Bidang Sosial Politik Kapolri, pernah jadi Kapolda Lampung dan pensiun dari Polri dengan warisan segudang prestasi.

Zam Zanariah, seorang ASN dokter spesialis syaraf/neurolog pada RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung, dosen/Kepala Bagian Ilmu Penyakit Syaraf Fakultas Kedokteran Unila, sejak 2011-sekarang. Aktif di Ikatan Dokter Indonesia/IDI dan IWAFI Bandar Lampung, juga Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam/KAHMI Lampung, selain Ketua AKHI/Asosiasi Kesehatan Haji Indonesia Lampung dan Forhati Lampung, serta Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Ganas Annar) MUI (Majelis Ulama Indonesia) Bandar Lampung, sejak 2018-sekarang.(LS/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top