Iklan
Bandar Lampung

Festival HHBK 2018 Ajang Promosi Dan Kreatifitas

Acara Festival HHBK Tahun 2018, di Halaman Information Center Tahura, Wan Abdul Rachman, Sumber Agung/HP

BANDARLAMPUNG – Festival Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Tahun 2018, merupakan ajang promosi dan kreatifitas pengelola kawasan hutan.

Hal itu dikemukakan oleh, Pjs Gubernur Lampung, Didik Supriyatno yang diwakili Plt Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Taufik Hidayat pada Puncak Acara Festival HHBK Tahun 2018, Minggu (11/3), di Halaman Information Center Tahura Wan Abdul Rachman, Sumber Agung, Bandar Lampung.

Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari, 10-11 Maret 2018 merupakan kegiatan tahunan ketiga sejak dimulai tahun 2016 lalu.

“Selama dua tahun fokus pada durian yang juga merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang menonjol di lokasi ini. Tahun ini dikemas lebih luas menjadi festival hhbk berupa buah, getah, madu, bambu dan produk turunannya,” timpani Syaiful Bachri, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

Sumber daya hutan merupakan penyangga kehidupan, selain itu juga mengatur klimatologis, orologis, hidrologis, ekologis, juga estetis dan ekonomis.

Baca Juga:  Rapimnas SMSI Digelar Desember

Melalui Perhutanan Sosial sebagai akses legal pengelolaan hutan oleh masyarakat, kelompok masyarakat hutan berkesempatan mengelola hutan dengan skema hutan kemasyarakatan, hutan desa, hutan tanaman rakyat, dan kemitraan.

“Salah satu hasil pengelolaan hutan berupa hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan,” tukas Syaiful.

Dalam festival HHBK 2018, ditampilkan produk HHBK dan turunannya berupa madu hutan, kopi robusta, kopi aren jahe, gula aren dari kph batu tegi, kerajinan bambu, dan madu akasia dari KPH Gedong Wani, belimbing dan gula tebu dari KPH Muara Dua, pala, kopi codot, keripik kelor dari KPH Kota Avung Utara, kopi luwak dari KPH Liwa, sabun belerang dari KPH Rajabasa, dan bibit pohon dari KPH Pesawaran.

Dalam rangkaian festival juga melombakan durian unggul tahura yang diikuti oleh enam resort.

Baca Juga:  DPRD Lampung Minta 15 OPD Kembalikan Kelebihan Pembayaran Penghasilan

Hasil penilaian menetapkan Durian Duri Hijau (Kelompok SHK Lestari) Resort Youthcamp sebagai juara pertama, sedangkan juara kedua dan ketiga diraih Durian Simanis (Kelompok SHK Lestari) Resort Youthcamp dan Durian Jirem (Kelompok Wana Lestari I) Resort Kedondong.

Tim Penilai Lomba Durian berasal dari Persaki Lampung, IKA SKMA dan Tahura WAR.

Untuk diketahui, Pasar Tahura yang diprakarsai Genpi Lampung juga menyemarakkan kegiatan ini. Berada di sisi kiri gedung ICT menuju anak sungai, komunitas ini menamakan tempat Pasar 1000 Batu.

Di lokasi itu memang terdapat banyak bebatuan alam di antara rindangnya pepohonan tahura. Di pasar ini disajikan minuman nira (aren), nasi bakar, pempek, dugan (kelapa muda), juga berbagai makanan lain. Keunikan lain, pengunjung dapat menikmati kuliner di atas air mengalir. Gemericik air dan kicauan burung menjadi sensasi tersendiri.

Sebelumnya, acara Minggu pagi diawali dengan jalan sehat “Jungle Fun Walk” mengitari Tahura, dilanjutkan dengan makan durian bersama.

Baca Juga:  Agus Rahardjo : KPK Pastikan Ikuti Tindaklanjut Kinerja Pansus Politik Uang

Panitia menyediakan lebih 2.018 durian bagi peserta dan pengunjung. Selain itu juga diundi berbagai doorprize, kompor gas, dispenser, magic com, kipas angin, setrika, dan doorprize utama sepeda.

Untuk itu Pemerintah Provinsi Lampung kedepannya berharap ini menjadi event tahunan yang tidak saja mempromosikan kehutanan namun juga pariwisata Lampung.

Tahura Wan Abdul Rachman adalah salah satu destinasi wisata unggulan lampung, terlebih dengan keberadaan observatorium (teropong bintang) nantinya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top