Panggung

Fajar Pamungkas alias Copet Perupa Muda Purworejo

Fajar Pamungkas alias Copet Perupa Muda Purworejo dengan karya seninya, judul “InginTerbang” karya 2021/MAS

Suluh.co – Fajar Pamungkas (24) yang akrab disapa Copet oleh rekan-rekanya di dunia seni rupa, dikarenakan senang memakai pakaian dan topi yang menggambarkan seperti pencopet pada film-film. Sapaan itu tak diambilnya pusing, karena dirinya menganggap sebagai ungkapan kasih sayang.

Fajar, lahir di Purworejo 8 September 1997 Desa Jetis, Dusun Milir RT 1/7 Loano Purworejo, anak ke 5 pasangan Tugono dan  Supri Budiyati. Ketertarikannya pada dunia seni rupa sejak di SD Jetis, dengan mengikuti lomba tingkat kecamatan, lulus SD ia melanjutkan di SMP 25, ia tetap mengasah keterampilannya dengan otodidak hingga melanjutkan di MAN Purworejo.

“Ketertarikan pada seni rupa awalnya kelas 2D, bapak pernah membelikan buku Gambar yang gambarnya bagus, gambarnya orang di samping motor sport. Semenjak itu saya mencoba menggambar dengan menirunya, dan sejak TK saya juga tidak percaya bahwa gambar gunung hanya warna hijau,” ungkap Fajar, saat ditanya wartawan Suluh.co, Senin 5/4/21.

Baca Juga:  Anak Indonesia Belum Terbebas Dari Ancaman dan Kekerasan

Dirinya menceritakan bahwa, dukungan orang tua sangat berpengaruh bagi perjalanan keseniannya, bentuk doa dan perhatian sederhana seperti membuatkan kopi saat ia sedang mengambar ialah hal yang romantis baginya.

Meski keluarga tidak ada yang berlatarbelakang seniman, lulus MAN Fajar melanjutkan pendidikan di UNS jurusan Pendidikan seni rupa angkatan 2016, dan saat ini semester 10.

Kenapa Seni Rupa?

Sebenarnya dirinya tidak berencana untuk melanjutkan kuliah, namun dorong dari orang tua dan juga lingkungan sekitar, ia memutuskan memilih Pendidikan seni rupa.

“Pendidikan ialah pilihan orang tua dan seni rupa pilihan saya, jadi apa yang saya pilih saat ini ialah pilihan yang bisa mewakili diri saya juga,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sekolah Modern Ditengah Desa, SDI MY Habiebie jadi Sekolah Idola

Dunia seni rupa bukan soal bisa gambar bagus, namun militansi yang ada di dunia seni rupa. Fajar sendiri memiliki Tokoh idola, yaitu Nasirun, sejak mengenal dunia seni rupa lebih dalam dan menonton pameran-pamerannya.

Dalam perjalanan seni rupanya, Fajar sudah mengikuti kurang lebih 10 kali pameran. Karyanya identik dengan Ekplorasi bentuk-bentuk barang sekitar dengan dasar mempresentasikan media-media eksperimen.

“Pameran sudah 7 kali di luar kota dan di Purworejo 3, dan ini pameran ke 10 dengan Judul Pintu Rumah dengan diikuti kurang lebih seniman 13, dari Purworejo,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, latar belakang pameran pintu rumah ialah keresahan temen-temen menyikapi sosial masyarakat terdekat. Pameran mulai tanggal 3-10 di Egocam jalan Silagar Cangkrep Lor, Purworejo.

Baca Juga:  Isbedy Luncurkan Buku 'Kepada Para Toewan'

“Kami Ingin menyampaikan suasana yang beda, dengan kompleks disisi lain ingin melakukan perubahan yang paling mendasar  tentang tempat tinggal, tak banyak anak-anak muda bertanya pada dirinya sendiri, dan keinginan sebenernya harus tetap disana atau tidak,” terangnya.

 

Reporter : Mahestya Andi Sanjaya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top