Politik

Esti Nur Fathonah Tidak Terlibat Dugaan Suap Seleksi Anggota KPU

DKPP menggelar sidang pemeriksaan dugaan KEPP di Kantor Bawaslu Lampung/Suluh/JOS

BANDAR LAMPUNG – Anggota KPU Provinsi Lampung Esti Nur Fathonah tidak terlibat dalam dugaan suap proses seleksi Anggota KPU Tulang Bawang.

Berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi dalam sidang pemeriksaan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP), Esti Nur Fathonah disebutkan tidak menerima sejumlah uang.

DKPP menggelar sidang pemeriksaan dugaan KEPP di Kantor Bawaslu Lampung, Kamis (19/12).

Hadir dalam persidangan tersebut pihak pengadu Budiyono dengan didampingi kuasa hukumnya Candramuliawan, teradu Esti Nur Fathonah, dan saksi Gentur Sumedi bersama istrinya Viza Yelisanti.

Sidang pemeriksaan dipimpin oleh Ketua Majelis Alfitra Salam, Anggota Majelis Ida Budhiati, Nilla Nargis, dan Muhammad Teguh.

Sebelumnya, komisioner KPU Lampung Esti Nur Fathonah ramai diberitakan terlibat dalam dugaan jual beli jabatan KPU.

Baca Juga:  ASN Pemkot Bandar Lampung Ikuti Rapid Test Pasca 1 Orang Positif Covid-19

Saksi Gentur Sumedi dalam persidangan menyebutkan dirinya memberikan uang tunai sebesar Rp100 juta kepada Lilis Pujiati dan bukan Esti Nur Fathonah.

Penyerahan uang berlangsung di dalam mobil milik teman Gentur Sumedi yang terparkir di halaman Hotel Horison pada 4 November lalu.

Gentur menyebutkan hanya ada dirinya dan Lilis Pujiati di dalam mobil dengan disaksikan teman Gentur.

“Ada saya dan Lilis di dalam mobil. Serah terima uang di dalam mobil, ada teman saya sebagai saksi. Belum bisa saya sebutkan di sini,” kata Gentur usai persidangan.

Namun Gentur tidak bersedia mengonfirmasi apakah penyerahan uang tersebut atas sepengetahuan Esti atau tidak.

“Sidang ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran kode etik Esti Nur Fathonahnya, bukan ke arah siapa yang memberikan dan menerima uangnya. Uangnya tidak diserahkan ke Esti Nur Fathonah tapi kepada Lilis Pujiati. Uangnya dari saya, tidak ada Esti ketika penyerahan uang,” ujarnya.

Baca Juga:  Polda Lampung Usut 4 Korporasi Pembakaran Hutan, 1 Sudah Ditetapkan Tersangka

Sementara Esti Nur Fathonah yang diperiksa sebagai teradu dalam dugaan pelanggaran kode etik mengatakan dirinya tidak terlibat dalam dugaan suap yang kasusnya saat ini ditangani Polda Lampung.

Esti merasa namanya dicatut terkait dugaan suap proses seleksi Anggota KPU Tulangbawang tersebut.

“Seperti yang disaksikan teman-teman bahwa persidangan ini sebenarnya kan tidak ada kaitannya dengan saya ya, hanya Lilis-Gentur-Viza-Budiyono, jadi peran saya di situ sebagai apa? Saya merasa nama saya hanya diseret-seret dalam kasus ini,” kata Esti.

Kuasa hukum pengadu, Candramuliawan menyampaikan sidang pemeriksaan DKPP lebih menitikberatkan dugaan pelanggaran etika dan bukan tindak pidana.

“Di dalam sidang DKPP ini kan yang dititikberatkan adalah pelanggaran etika oleh saudara Esti. Dan itu menjadi fakta di persidangan diperkuat dengan alat-alat bukti kita. Kalau di wilayah pidana, tentu kita akan membuktikan mana serah terima uang kepada Esti. Memang tidak ada,” tegas Ketua LBH Bandarlampung.

Baca Juga:  Kunjungi Lamtim, Jokowi Bertemu Ulama se-Lampung

Sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik oleh DKPP dijadwalkan akan berlangsung kembali dengan agenda mendengarkan keterangan dari Lilis Pujiati.(JOS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top