Iklan
Ekonomi

Enam Industri di Lampung Terciduk Pakai Elpiji 3 Kilogram

Gas Elpiji 3 Kilogram/Ist

BANDAR LAMPUNG – Pertamina Lampung bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), serta Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan pengecekan ke beberapa tempat usaha, untuk mengetahui secara langsung penyalahgunaan gas 3 kilogram.

Inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi industri tersebut, dilakukan di dua daerah yakni enam di Kabupaten Pringsewu dan satu tempat di Bandar Lampung.

Sales Executive LPG III Widhi Tri Adhi Hidayat yang ikut dalam sidak tersebut mengatakan, sebelum melakukan pengecekan, tim dari Hiswana Migas telah mensurvey lokasi usaha yang dicurigai masih menggunakan gas elpiji ukuran 3 kilogram.

Setelah disidak terbukti enam dari tujuh lokasi usaha, tim menemukan bahwa industri tersebut memang benar memakai gas 3 kilogram untuk keperluan usahanya.

Jenis usaha yang kedapatan melakukan pelanggaran ialah, di Pringsewu dari enam yang disidak, tim mendapatkan empat industri rumah makan, dan satu pabrik nugget.

Baca Juga:  Penyandang Disabiltas Baru 30 Persen Bekerja di Perusahaan Kota Bandar Lampung

Sementara Bandarlampung terdapat satu rumah makan, yakni Ketoprak  Romo yang lokasinya berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Enggal.

Menurut pengakuan dari pemiliknya, setiap hari mampu menghabiskan sebanyak 5 tabung. Dilokasi itu tim sidak menemukan adasebanyak 20 tabung.

Sebagai efek jera terhadap pelaku pelanggaran tersebut, tim sidak yang dipimpin oleh Pihak Dinas ESDM Provinsi Lampung, kemudian memberikan surat pernyataan bermaterai untuk pihak industri yang kedapatan menggunakan gas 3 kilogram.

Isi dari surat pernyataan tersebut ialah menyatakan bahwa pihak industri itu bersedia untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya, yang memakai gas bersubsidi untuk keperluan usahanya.

Apabila nanti dilain waktu masih kedapatan menggunakannya, maka sanksinya ialah pencabutan izin usaha.

Usai dilakukan sidak, sejumlah industri yang telah membuat pernyataan itu, kegiatannya akan terus dipantau oleh tim dari Hiswana migas, yang tujuannya ialah untuk memastikan bahwa mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Baca Juga:  Pertamina Lampung Antisipasi Stok Gas Elpiji Jelang Ramadhan

” Pihak industri yang disidak dan kedapatan pakai gas 3 kilogram, dibuatkan surat pernyataan bermaterai oleh Dinas ESDM untuk bersedia beralih ke gas nonsubsidi. Jika disidak lagi ternyata terbukti masih melanggar, maka akan diusulkan ke dinas perizinan untuk meminta pencabutan izin usahanya” kata Widhi saat dihubungi.

Widhi menambahkan, untuk menjaga agar penggunaan gas 3 kilogram tepat sasaran, Pertamina Lampung, bersama Hiswana Migas, dan Dinas ESDM, sudah mempunyai jadwal sidak ke semua kabupaten kota di Provinsi Lampung.

Sidak yang dilakukan ini juga dalam rangka persiapan menjelang perayaan bulan suci Ramadan dan idul Fitri, dengan tujuan menjaga stok gas 3 kilogram yang sengaja disediakan oleh pemerintah hanya untuk warga miskin.

Baca Juga:  Pertamina Lampung Tambah 90 Ribu Pasokan Gas Elpiji  3 Kilogram

Untuk menjaga agar stok tetap aman dibulan puasa dan idul Fitri, juga menghindari lonjakan harga bahan bakar yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat ini, Pertamina akan ikut menyediakan gas khususnya ukuran 3 kilogram, yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), di operasi pasar yang dalam waktu dekat ini bakal digelar oleh tim satgas pangan Provinsi Lampung.(HI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top