Politik

Elektabilitas Samsul Hadi Ungguli Dewi Handajani

 

Ist

BANDARLAMPUNG – Elektabilitas pasangan calon bupati – wakil bupati Tanggamus, Samsul Hadi – Nuzul Irsan lebih tinggi dibanding Dewi Handjani – AM Syafi’I pada pilkada 27 Juni 2018.

Hal itu berdasarkan hasil survei Rakata Institute Jelang Pilkada Tanggamus dari 400 responden yang sudah berumur 17 tahun melalui wawancara tatap muka atau lebih pada 16 – 22 Februari 2018. Survei ini dilakukan dengan metode stratified random sampling, dan memiliki toleransi kesalahan (Margin of Error – MoE) lima persen pada tingkat kepercayaan 95%, sampel terdistribusi secara proporsional di setiap kecamatan di Kabupaten Tanggamus.

Dari hasil survei itu pasangan Samsul – Nuzul memiliki suara 38,25 persen. Sedangkan, Dewi – Syafi’i mendapatkan suara 31,50 persen. Sementara, untuk yang belum memilih atau Swing Voter 30,25 persen.

Baca Juga:  Pasca Pelantikan, Fraksi PKS DPRD Lampung Mulai Bergerak

Menurut Peneliti Rakata Busro, Hasil survey tersebut belum bisa menentukan kemenangan untuk pasangan calon Samsul Hadi – Nuzul Irsan di ajang pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Kendati demikian, pasangan petahana Samsul Hadi – Nuzul Irsan memang lebih diuntungkan pada pilkada Tanggamus tersebut.

“ Jika swing voter dihilangkan, maka suara Samsul – Nuzul sekitar 58,84 persen. Sedangkan, Dewi – Syafi’i mendapatkan suara 45,16 persen,” ucapnya.

Menurut Busro faktor penetu pilihan penilain terhadap politik uang sekitar 50,25 persen, meskipun dari yang menggangap wajar ada 71 persen menyatakan belum tentu memilih yang memberi uang.

“selain itu 67,00 persen masyarakat mengetahui adanya kasus yang menjerat Bambang Kurniawan dan 46,25 persen masyarakat Tanggamus menganggap hal ini akan mempengaruhi pilihan terhadap pasangan Dewi Handajani – AM Syafi’I,” tegasnya.

Baca Juga:  Wabup Saply Kukuhkan 27 Anggota Paskibraka

Dilain sisi, dalam survei ini, sekitar 51, 50 persen warga menginginkan calon pemimpin yang Jujur dan bersih dari korupsi  serta 30,50 persen bisa Peduli atau merakyat menjadi hal sangat penting dimiliki oleh calon Bupati – Wakil Bupati.

“Ini artinya Calon Bupati yang diinginkan oleh publik adalah calon yang jujur, antikorupsi, dan memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat,” jelasnya. (AR/DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top