Ekonomi

Ekonomi Lampung Sangat Terbuka Untuk Dikembangkan

Ketua HIPMI Lampung, Arie Nanda Djausal (kemeja batik), dalam seminar Akhir Tahun Meneropong Ekonomi Lampung 2018.

BANDARLAMPUNG – Ketua Umum HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) wilayah Lampung, Arie Nanda Djausal, menilai, perekonomian di provinsi Gerbang Sumatera ini lebih sangat terbuka untuk dikembangkan ke arah yang lebih baik lagi terutama dari segi bisnis.

Namun, kata Arie, butuh tangan-tangan terampil penuh kreatifitas untuk dapat memaksimalkannya, agar jangan sampai kreatfitas untuk memaksimalkan potensi Lampung dari segalahal justuru muncul dari luar masyarakat Lampung.

Dirinya menjelaskan, dalam melihat usaha bisa dilihat dari cara mendapatkan konsumen. Pasalnya, usaha yang sukses itu mereka yang memilih konsumen. Mereka sangat selektif memilih siapa konsumen mereka. Sebaliknya, usaha atau bisnis kebanyakan, konsumenlah yang memilih mereka.

Baca Juga:  Produktivitas Tinggi, Pertumbuhan Ekonomi Lampung Masih Lebih Baik Dari Nasional

“Cobalah tengok usaha-usaha terkenal di Lampung, misal El’s Coffee, mereka tahu benar siapa yang menjadi target market mereka. Mereka sudah mendefinisikan dengan jelas siapa yang akan menjadi pemakai produk mereka,” papar Arie, dalam acara Akhir Tahun Meneropong Ekonomi Lampung 2018, di Hotel Horison, Bandarlampung, Selasa (26/12).

Menurut Arie, mulai dari produk, desain display produk sampai harga produk pun dirancang sedemikian rupa guna mengarahkan kepada target pasar yang diinginkan. Sedangkan usaha kebanyakan mungkin lebih tak jelas siapa target pasarnya seperti warung warung kopi di pinggir jalan dimana prinsip utama yang dipegang siapapun yang penting laku.

Lanjutnya, jika kita memilih konsumen yang layak menjadi konsumen kita, itu artinya kita memilih berbisnis dengan orang yang memang kita anggap pantas menjadi konsumen kita. Efeknya, usaha yang kita lakukan pun memiliki standar mutu, sehingga roduk yang dibuat berdasarkan target konsumen ini.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Alokasikan Pajak Rokok Untuk Pembayaran BPJS 

“Sehingga harapannya, konsumen kita ini benar-benar puas dengan karya kita. Jadi, kita puas karena mendapatkan konsumen yang sesuai harapan. Begitupun sebaliknya, konsumen puas mendapatkan produk seperti yang diharapkannya. Ini pun akan berpengaruh terhadap branding bisnis kita di Lampung,” ungkapnya.

Kendati demikian, jika kita kurang selektif dalam memilih konsumen, mungkin nantinya akan mendapatkan konsumen yang tak masuk kriteria. Khawatirnya itu bisa mempengaruhi hasil karya terbaik dan mungkin mengaburkan branding bisnis.

Kedepan, sambung Arie, sedari awal kita bisa memfokuskan semua elemen bisnis yang kita jalankan mengarah ke target market tersebut. Sehingga kita senang karena menyediakan produk berkualitas dan mendapatkan keuntungan yang lumayan. Konsumen pun senang mendapatkan produk sesuai kriteria yang diinginkan.

Baca Juga:  Dua Dubes dan Puluhan Investor Singapura Diboyong ke Belitung

“Dengan demikian kita happy konsumen happy, adalah contoh lain kreativitas dari segi bisnis pariwisata,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top