Daerah

E-Warong Kota Metro menggunakan Aplikasi Kasir

E-warong, Kota Metro/LS

METRO – Pergeseran bansos (bantuan sosial) pangan dari Beras Sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Provinsi Lampung oleh Kemensos dijadwalkan secara bertahap. Diawali oleh Kota Bandar Lampung pada tahun 2017 bersama 44 Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia ditetapkan sebagai lokasi uji coba BPNT.

Selanjutnya pada bulan Mei 2018  Kota Metro dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak  6.087 orang. Menyusul pada tahun ini di Kabupaten Lampung Tengah  dan Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni, menyampaikan, belajar dari pengalaman pelaksanaan BPNT di Bandar Lampung dengan tidak mengesampingkan kelebihannya serta dengan pertimbangan perkembangan teknologi yang sangat pesat di era masa kini.

“Maka e-warong dipandang perlu memanfaatkan aplikasi kasir atau biasa dikenal dengan (Point of Sales). Aplikasi kasir ini dapat menggantikan cash register manual yang biasanya digunakan,” kata Sumarju, dalam acara bimbingan lanjut e-warong, di Kota Metro, Sabtu (23/6).

Baca Juga:  Konflik Gajah Dan Manusia, Perambah Diminta Tinggalkan Register 39 Tanggamus

Lanjut dia, aplikasi kasir ini diharapkan agar e-warong dapat berjalan lancar, bermanfaat terhadap pembelajaran anggota, peningkatan pendapatan KPM, dan tertib administrasi dalam penyelenggaraan  e-warong.

Maka pengelolaan e-warong di Kota Metro yakni dengan menggunakan aplikasi kasir,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kube Karya Bersama, Ekawati, mengaku diawalnya sangat sulit menggunakan komputer dan barcode. Namun, saat ini sudah bisa dipahami  dan memang sangat membantu kami.

Hal yang sama juga dikatakan oleh, Ibu Maisyaroh, yang juga anggota Kube. “Maklumlah pendidikan kami cuma SMP. Kebiasaanya cuma memasak dan ngurus anak. Dengan komputer belum pernah kenal,” imbuhnya.

Lendati demikian, kata Maisyaroh, dengan memakai aplikasi kasir, manfaat yang dirasakan oleh anggota Kube antara lain pembukuannya lebih tertib, stok barang segera diketahui dan pengendalian kas, serta lebih efisien.

Baca Juga:  UPTD Wilayah IV Laporkan Oknum Guru ke Disdik Provinsi

“Dengan aplikasi kasir kita banyak terbantu, seperti persedian barang mudah terpantau, pembukuan keuangan cepat dan juga keuntungannya mudah diketahui” kata Maisyaroh.

Terpisah, Kepala Seksi Pemberdayaan Fakir Miskin Perkotaan, Yulyila Eva, menjelaskan, bahwa jumlah e-warong di Kota Metro sebanyak 9 kelompok dan semuanya sudah memakai aplikasi kasir.

“Mengingat jumlahnya e-warong masih dipandang kurang mampu melayani KPM penerima BPNT apalagi melayani masyarakat yang pembeliannya secara tunai maka telah direncanakan pada tahun ini juga akan ditambah sebanyak 10 kelompok,” ungkap dia.

Diketahui, pertemuan yang penuh  dengan kekeluargaan dalam suasana halal bihalal ini dihadiri oleh 50 orang anggota e-warong dan 15 orang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top