Modus

Dugaan Pungli di Rutan Way Hui Buat Keluarga Hingga Tahanan Resah

Rutan Way Hui, Kabupaten Lampung Selatan/Net

BANDAR LAMPUNG – Wanita asal Kota Bandar Lampung berinisial D, menyebut Rumah Tahanan (Rutan) Way Hui di Kabupaten Lampung Selatan, kerap terjadi dugaan pungutan liar (pungli). Hal itu menyebakan pihak keluarga dan tahanan merasa resah ketika akan berkunjung.

“Setiap jenguk suami (Rutan Way Hui), pasti saya harus mempersiapkan sejumlah uang,” kata dia, kepada awak media, Kamis (25/4).

Ia mengaku, harus mengeluarkan dana hingga Rp600 rupiah setiap bulannya untuk membayar kamar yang ditempati oleh suaminya yang menjalani hukuman selama 14 tahun karena kasus narkoba.

“Uang itu untuk membayar dan setiap bulan. Bukan itu saja, waktu itu ada pungutan seperti sewa hp gitu. Dan saat itu saya beri Rp1,5 juta per bulan,” sesal ibu empat orang anak ini.

Baca Juga:  Jual Tanah Kapling dan Vila ke Zainudin Hasan, Thomas Aziz Riska Terima 1,4 miliar

“Saya ingin pindahkan dia (suami), ke Lapas Rajabasa, dan sudah mengajukan proses banding, hanya  belum minta permohonan pemindahan,” terangnya.

Sebelumnya, dalam pemberitaan,  seorang ayah dari warga binaan di Rutan Way Hui, mengeluhkan ada pungutan. Di mana, ia kerap memberikan uang kepada sang anak yang berada di salah satu kamar sel di Rutan Way Hui.

Uang tersebut terpaksa diberikan lantaran anaknya dimintai uang oleh sesama narapidana dibantu oknum sipir dari Rp50 hingga Rp 500 ribu. Permintaan uang itu dikarenakan sang anak memiliki utang sebanyak Rp30 juta kepada tiga narapidana berinisial AB, AP dan SG

“Kena kasus narkoba dan sudah setahun di rutan, selama lima tahun dua bulan. Ada utang kepada ketiga orang itu. Sisa utangnya tinggal Rp11 jutaan,” ungkapnya kepada awak media di ruang wartawan di Mapolresta Bandar Lampung, Senin (22/4) lalu.

Baca Juga:  Kasus Lampung Tengah, KPK Sudah Periksa 29 Anggota dan Pimpinan DPRD

Pria yang enggan disebutkan namanya itu, mengaku, bahwa sang anak pernah berkeinginan untuk bunuh diri karena tidak sanggup menerima tekanan dari sesama narapida dan oknum sipir.

Tak hanya itu, dia juga heran atas penempatan anaknya di Rutan. Karena sang anak sudah divonis tetapi tidak kunjung dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top