Iklan
Modus

Dugaan Penipuan Oleh Fajrun Najah Ahmad, Handoko : Tak Ada Kaitan Dengan Partai

Handoko, Kuasa Hukum DPD Partai Demokrat Lampung/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Handoko, selaku Kuasa Hukum Sekretaris DPD Partai Demokrat (PD) Lampung Fajrun Najah Ahmad, angkat bicara perihal perkara dugaan penipuan senilai Rp2,750 miliar, yang dilaporkan oleh pengusaha Namuri Yasir ke Satreskrim Polresta Bandar Lampung.

Kata dia, tidak pernah ada penerimaan uang yang diterima Fajrun Najah Ahmad atau biasa disapa Bang Fajar ini.

“Tidak ada kaitan antara laporan ini dengan Partai Demokrat dan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo selaku ketua DPD Partai Demokrat Lampung,” ujar Handoko, saat menggelar konferensi pers di Hotel Anugerah Ekspres, Senin (18/3).

Bahkan, dirinya mengaku akan mengambil langkah dengan melaporkan balik Namuri Yasir bila perkara ini  mengkait-kaitan dengan Partai Demokrat atau nama Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo yang juga Ketua DPD Demokrat provinsi dengan dalih untuk menggerakkan mesin Partai Demokrat jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Lampung 2018 lalu.

Baca Juga:  KPK Periksa Ken Leksono Perihal Kasus Suap Zainudin Hasan

Menurut dia, dalam perkara ini seolah-olah sekretaris DPD PD Lampung itu menjual nama baik partai. Namun Handoko tidak memungkiri bahwa Fajrun Najah Ahmad mengenal Namuri Yasir.

“Kami melihat di media kasus ini seolah-olah bang Fajar ‘menjual’ partai dan nama baik gubernur. Itu tidak benar, karena itu jika pelapor masih mengait-ngaitkan dengan partai dan pak gubernur, ini menyangkut nama baik. Kami akan melakukan langkah hukum,” tukasnya.

Terkait laporan pelapor di Polresta Bandar Lampung, dimana pelapor menyertakan beberapa dokumen perjanjiannya yang bisa dilihat dalam dokumen perjanjian, menurut Handoko tidak ada urusan dengan kepartaian.

“Apakah ada penyerahan uang dari pelapor kepada terlapor? Kalau memang pelapor dan terlapor ada hubungan bisnis, saya kira ini tidak ada kaitannya dengan partai. Laporannya pun seharusnya perdata,” tandasnya.

Baca Juga:  Jadi Acuan Media, Kantor Berita Antara Lampung Diminta Perkuat Diri

Untuk diketahui, kasus ini dilaporkan sejak Desember 2017 lalu dan tertuang dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/4979/XII/2018/LPG/RESTA BALAM, tertanggal 17 Desember 2018.

Namun hingga kini Fajrun Najah Ahmad belum pernah dimintai keterangan oleh penyidik. Mereka siap mengikuti proses hukum perkara ini.(LS/SBM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top