Pendapat

Duet Maut Hipni-Bayana

Hipni – Bayana/SUL

Oleh : Syahidan Mh

Wirausaha Muda Mandiri

Meski pilkada serentak di undur menjadi bulan desember 2020, namun  isu pilkada tetaplah seksi. Termasuk siapa yang akan mendampingi Hipni dalam kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan (Lamsel)

Banyak orang yang terus berspekulasi terkait dengan pendamping politisi senior tersebut. Termasuk saya pun mulai melakukan  simulasi.

Setelah melihat para paslon yang muncul,  dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang ada, cendrung Hipni harus mengambil birokrat sebagai wakil bupati. Jika kemudian Hipni mengambil birokrat,  sepertinya pilihan terhadap Bayana adalah langkah dan pilihan yang paling realistis dan diyakini akan menjadi pasangan yang akan mampu menumbangkan pasangan petahana.

Kenapa harus Bayana? Iya, karena sosok Bayana adalah orang yang pas dan pantas untuk dijadikan wakil bupati. Selain karena kematangannya di dunia birokrat,  juga penguasaan wilayahnya di Lamsel yang tidak perlu diragukan lagi.

Lantas siapakah sosok Bayana ini? Publik di Lamsel tentu tidaklah asing dengan sosok Bayana yang merupakan birokrat tulen dan telah malang melintang di Kabupaten Ragom mufakat ini.

Baca Juga:  Polsek Kalianda Amankan 2 Remaja Sadis Pelaku Curas

Sebelum menjadi salah seorang pejabat di Lamsel,  Bayana adalah salah seorang camat teladan di kota Bandar Lampung yaitu camat Tanjung Karang Pusat. Beliau sangat ligat dan sangat gesit dalam bekerja.

Maka tak heran,  ketika beliau menjadi Camat Tanjung karang pusat, banyak torehan prestasi yang beliau dapatkan. Kegesitan Bayana dalam bekerja itulah yang membuat Gubernur Lampung kala itu,  yaitu Syahroedin ZP menarik Bayana ke biro protokol dalam rangka memberikan nuansa baru bagi kegiatan  sehari-hari sang gubernur.

Sukses berkarier di biro protokol,  akhirnya saat Rycko Menoza menjadi bupati Lamsel,  Bayana pun diminta untuk menjadi camat Natar. Banyak hal yang di torehkan oleh Bayana di Kecamatan Natar.

Kegiatan warga masyarakat pun bervariasi karena sentuhan Bayana. Atas prestasi yang di torehkan oleh Bayana di kecamatan Natar,  Rycko pun akhirnya mempromosikan Bayana dari eselon  3 ke Eselon 2, dengan menjabat salah satu kepala dinas di Pemkab Lamsel.

Baca Juga:  Ternyata Anak Krakatau Juga Berbahaya

Namun  rupanya jabatan  kepala dinas tersebut,  tidak lama di pegang oleh Bayana, rupanya Gubernur Lampung yang baru kala itu yaitu Muhammad Ridho Ficardo menaruh hati dengan figur Bayana dan akhirnya beliau kembali di tarik ke Pemerintah Provinsi Lampung, dengan jabatan Kepala Biro Humas Setprov Lampung.

Di Pemprov Lampung, Bayana terus menapaki kariernya sebagai birokrat,  berbagai jabatan silih berganti disandangnya,  dan kini pun Bayana masih berkarier di Pemprov Lampung.

Melihat latar belakang karir yang pernah dan sedang dijalani oleh Bayana, maka pilihan untuk menjadikan Bayana sebagai calon wakil bupati yang akan mendampingi Hipni, adalah langkah yang tepat dan cukup cerdas.

Karena jika kelak pasangan Hipni-Bayana bisa menumbangkan pasangan incumbent maka inilah pasangan ideal bupati dan wakil bupati Lampung Selatan.

Baca Juga:  Budi Wasono Lempar Tiga Hal Utama untuk Kemajuan Purworejo

Kombinasi antara politisi dan birokrat ulung, dengan kombinasi ini,  Hipni akan lebih mudah untuk membawa Lamsel bangkit. jika pasangan maut Hipni – Bayana kelak, benar terwujud sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Lamsel.

Maka izinkan saya adalah orang pertama yang mengucapkan selamat atas bersatunya kombinasi politisi dan birokrat dalam ajang pilkada Lamsel. Insya Allah, pasangan ini akan berhasil memenangkan kontestasi pilkada Lamsel dengan menumbangkan pasangan petahana.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top