Modus

Dua PRT Asal Lampung Disiksa Majikan

Mellyasari, salah satu korban kekerasan/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Dua pembantu rumah tangga (Prt) asal Lampung, Mellyasari  dan Rita Asmawati, diduga mengalami tindak kekerasaan oleh majikannya sendiri, di Perumahan Dinas Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional), Jalan Valcon Raya, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Dugaan penganiayaan tersebut, dilakukan oleh Kar (38), yang merupakan istri dari seorang perwira angkatan laut.

Mellyasari menceritakan, kronologis kejadian yang menimpa ia dan rekannya Rita, terjadi sejak tahun 2016. Tiga bulan pasca bekerja di rumah majikan sebagai Prt.  Ia mengalami aksi kekrasaan mulai dari tamparan, jambakan, sampai siraman air panas ke tubuhnya.

“Saya sudah berulang kali mendapat perlakuan kasar. Kadang ditampar, dipukul, dijambak, terakhir bulan maret kemarin taggal 26 saya disiram air panas,” kata Melly, di kediamanan milik sang kakak, di Jalan Camar, Teluk betung Utara, Bandar Lampung, Rabu (1/8).

Baca Juga:  Kasus Korupsi Randis di Lampung Timur Tak Kunjung Usai, Kejati Lampung Tunggu Audit BPK

Melly megakui, selalu menerima aksi kekerasaan setiap melakukan kesalahaan  sepele seperti lupa mencuci baju, atau salah melipat baju sang majikan.

“Kadang salahnya kecil, lupa nyuci baju atau lipat baju salah, pasti saya dan kawan saya kena pukul, bahkan pernah saya disuruh minum wipol,” ungkap Melly.

Wanita yang hanya tamatan SD ini mengatakan, selama bekerja di rumah majikannya tersebut, ia juga tidak pernah menerima gaji bulanan.

“Kami  tidak pernah mendapat gaji, tapi kadang kalau saya mau ada keperluan biasanya ngutang. Kalau mau minta uang untuk ngirim ke kampung kadang juga dikasih,” ungkap perempuan asal Tanggamus ini.

Kasus kekerasan tersebut bisa terungkap setelah kedua korban berhasil melarikan diri dari rumah majikannya pada  tanggal 27 Maret 2018  siang  ke  Lampung. Kemudian korban akhirnya bersama kerbatnya melapokan kejadian tersebut ke Polres Tanggamus dan Polda Metro Jaya pada 3 Mei 2018.

Baca Juga:  Wanita Ini Coba Selundupkan Sabu Sabu di Celana Dalamnya

“Saya hanya ingin apa yang saya alami ini ada pertanggungjawaban dari pelaku. Karena sampai saat ini  luka akibat disiram air panas itu masih membekas,” tutur Melly yang didampingi Dalle Paman korban yang mengaku sudah melapor ke Komisi Nasional Perlindungan Anak Jakarta.(AJ)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top