Modus

Dua PNS Kota Bandarlampung Ini di Vonis Kurungan Penjara

Suasana persidangan PNS Kota Bandarlampung, di Pengadilan Negeri Tanjungkarang/TS

BANDARLAMPUNG – Dua terdakwa kakak beradik yakni Afrinia (29) dan Ade Neisya (25) divonis oleh majelis Hakim yang dipimpin Mansyur masing-masing selama empat bulan penjara.

Kedua terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal Pasal 170 ayat (1), ayat (2) ke 1 KUHP terkait kasus penganiayaan terhadap saksi Mellya (34), PNS Pemkot Bandarlampung, Bagian Perekonomian beberapa waktu lalu.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut terdakwa selama delapan bulan penjara. Atas vonis tersebut para terdakwa melalui Penasehat Hukum, Ahmad Handoko menyatakan pikir-pikir. Hal tersebut terungkap dalam sidang yang digelar di PN Tanjungkarang, Selasa (30/1).

Baca Juga:  Muntahan Peluru BNNP Lampung Tewaskan Bandar Narkoba

Usai mendengar putusan tersebut, Handoko menyatakan terkait putusan kita menghormati yang sudah diputuskan. Disini Kita tidak bicara berat ringannya hukuman, tetapi terbukti atau tidaknya sehinggga akan kita kaji apa isi pertimbangan hakim menghukum para terdakwa empat bulan. Sebelum tujuh hari kita akan ada kesimpulan untuk menentukan upaya hukum banding atau tidak.

Menurut Handoko, pihaknya juga sudah melaporkan yang bersangkutan yakni Melly ke Polres Lampung Selatan dan Inspektorat Kota Bandarlampung. Pasalnya kami temukan ada buku nikah yang dikeluarkan KUA Sidomulyo, itu yang kita duga palsu dan kita laporkan.

“Di Polres Lamsel kita laporkan terkait dugaan membuat atau menggunakan akte nikah palsu. Pasalnya, dalam persidangan dia bilang nikah resmi, tapi didata Inspektorat Pemda dia pakai akte nikah yang seolah-olah asli, itu digunakan untuk tunjangan gaji asuransi dan lain lain,” kata Handoko kepada wartawan usai sidang kemarin.

Baca Juga:  Wahrul Fauzi Dampingi Pers Lampung Tuntut Direktur Rakata Institute

Dalam dakwaan Jaksa menjelaskan peristiwa itu bermula saat Afrinia dan Ade mendatangi kediaman ayahnya (alm) Irsanudin Sagala di Jl. Arief Rahman Hakim, Wayhalim, Bandarlampung pada 12 Oktober lalu. Kemudian, kakak beradik ini, Afrinia dan Ade menghampiri terdakwa yang akan memasuki rumahnya dan memakinya.

Setelah itu, lanjut JPU, terdakwa mengambil sandal yang berada disekitarnya dan diayunkan ke hadapan korban sehingga mengenai pipi Ade Neisya. “Kemudian terjadi saling jambak rambut antara terdakwa dengan korban. Terdakwa juga memelintir jari telunjuk kanan korban,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah terjadi keributan kemudian keluar suami terdakwa dan menenangkan istri dan kedua anaknya. Ia juga meminta kedua anaknya untuk segera pulang. Kasus ini akhirnya dilanjutkan ke jalur hukum hingga kedua terdakwa divonis empat bulan.(TS)

Baca Juga:  Evan Mardiansyah, Terdakwa Kasus Korupsi Disdikbud Divonis 4 Tahun Penjara

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top