Modus

Dua Media Online Disomasi Nenek 68 Tahun

Somasi hukum/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Pemberitaan di media online Lampung, tentang adanya pungli (pungutan liar) yang terjadi di Kampung Pasiran Jaya, Tulangbawang, dibantah oleh narasumbernya sendiri.

Sebab, berita yang memuat nama pendamping PKH-nya atas nama Sinta tersebut, tidak sesuai dengan yang diucapkannya pada waktu ia diwawancara oleh wartawan dari media online.

Dalam konferensi pers di Kantor Hukum Graha Yusticia, sang nenek Warjilah berumur 68 tahun ini secara langsung meminta maaf kepada Sinta, atas informasi yang salah tersebut.

“Saya tidak pernah mengatakan tentang adanya pungli di kampung saya, yang dimuat di media online yaitu potongan yang dilakukan Sinta (pendamping PKH) kepada para penerima bantuan sebesar Rp250 ribu,” ungkap Warjilah, Rtabu (13/3).

Baca Juga:  Pertarungan Delapan Pejabat Tulangbawang di Posisi Eselon II  

Dirinya mengatakan, bahwa iuran yang ditarik dari warga tersebut hanya sebesar Rp150 ribu dengan persetujuan dari para masyarakat, untuk dibelikan 3 ekor kambing dan akan dibagi hasil setelah dipelihara dan dijual nanti.

Oleh karena pemberitaan tersebut, maka surat peringatan dan isi bantahan akan dilayangkan kepada pihak media yang dimaksud.

“Jika tak juga diindahkan, maka jalur hukum akan segera ditempuh untuk memulihkan kembali nama baik dari klien kami (Warjilah),” timpal Defri Julian, Kuasa Hukum Sinta.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top