Politik

Dua Kali Mangkir, KPU Tetap Keluarkan Putusan Untuk Rakata Institute

Dewan Etik KPU Lampung/Ist

BANDAR LAMPUNG – Meski tanpa kehadiran Direktur Rakata Institute Eko Kuswanto, dalam sidang kedua bersama dewan etik. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung, tetap mengeluarkan putusan terkait keberlanjutan nasib lembaga survei Senin(14/5) mendatang.

“Kita sudah rapatkan bersama, karena pihak terlapor tidak juga hadir, jadi Senin nanti kita akan gelar sidang kembali dan langsung memberikan keputusan,” kata Ketua KPU Lampung, Nanang Trenggono, sebelum menutup Sidang Dewan Etik Lembaga Survei di Aula Kantor KPU Lampung, Selasa (8/5).

Lanjut dia, pihaknya akan berhati-hati dalam mengambil keputusan yang akan dibacakan pada sidang dewan etik selanjutnya. Termasuk mempertimbangkan Lembaga Survei Rakata Institute sebagai aset Provinsi Lampung.

“Kita masih menggodok terkait keputusan yang tepat untuk Rakata. Termasuk Rakata sebagai aset Provinsi Lampung sebagai pertimbangan kita nantinya dalam mengambil keputusan,” ungkapnya.

Baca Juga:  KPU Lampung Goes to Campus Sosialisasi Pemilu 2019

Nanang juga menyampaikan, sebelum digelarnya sidang dewan etik kedua ini pihaknya telah mengirimkan surat kepada pihak Direktur Rakata Institute, Eko Kuswanto selaku terlapor maupun pihak Ketua JAPRI selaku pelapor.

“Kita juga sudah terima surat tanda terima suratnya dari pihak keduanya. Tapi, hanya pihak pelapor saja yang hadir, ” jelasnya.

Untuk itu, dirinya sangat menyayangkan ketidakhadiran Eko Kuswanto dalam sidang etik yang kedua ini.

“Sebenarnya sidang ini bisa memberikan pelajaran politik yang positif bagi masyarakat lampung, karena diharapkan sidang ini ada bahasan, diskusi serta klarifikasi dari pihak Rakata,” paparnya.

Sementara itu, Ketua JAPRI, Hermawan, sangat menyayangkan sikap Direktur Rakata Institute yang tidak hadir dalam sidang dewan etik yang digelar oleh KPU Lampung.

Baca Juga:  KPU Validasi Surat Suara Caleg, Parpol Cek Tampilan Nama dan Logo Partai

Menurutnya, sebagai warga negara Indonesia yang berlindung dalam negara hukum sudah sepatutnya Eko Kuswanto selaku Bos Rakata memenuhi undangan KPU Lampung untuk hadir dalam sidang tersebut.

“Idealnya, sebagai terlapor seharusnya hadir untuk mengklarifikasi apa yang menjadi pertanyaan masyarakat Lampung. Jadi tidak ada alasan dia (Eko Kuswanto) untuk tidak hadir,” ungkapnya.

Dilain sisi, dirinya mengapresiasi atas kinerja KPU Lampung yang telah memproses laporannya dengan menggelar sidang dewan etik.

“Kita melihat sidang kali ini sudah cukup baik. Dan ketidakhadiran pihak terlapor, mungkin ada kendala internal sehingga tidak hadir dalam sidang ini,” jelasnya.

Untuk diketahui, KPU Provinsi Lampung kembali menggelar Sidang Dewan Etik Lembaga Survey, Selasa (8/5). Sidang tersebut untuk mengklarifikasi Direktur Rakata Institute, Eko Kuswanto selaku terlapor atas laporan Ketua JAPRI, Hermawan.

Baca Juga:  Jadi Saksi Kunci Politik Uang Pilgub Lampung, Almisbat Minta Barlian Mansyur Tidak Takut

Namun, Eko Kuswanto selaku terlapor tidak berkenan hadir meskipun sidang sempat diskors sampai 30 menit untuk menunggu kedatangan Eko Kuswanto.(NN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top