Daerah

DPRD Tubaba Ingatkan Bahaya Limbah Getah Karet

Ketua Komisi C DPRD Tulangbawang Barat (Tubaba) Paisol, saat melihat langsung limbah getah karet, bersama warga/GS

PANARAGAN – Ketua Komisi C DPRD Tulangbawang Barat (Tubaba) Paisol mengingatkan bahwa limbah getah karet dapat menyebabkan  penyakit kanker bila tak mendapat penanganan serius.

“Selain menimbulkan bau busuk, bersama dinas lingkungan hidup daerah (DLHD) dan dinas ertanian setempat, saya telah mengingatkan para pengusaha lapak karet yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan dengan membuangnya di bekas saluran irigasi,” kata Paisol, Senin (2/4).

Limbah itu mengandung bahan kimia asam semut, jika dibuang sembarangan seperti dapat mencemari sumur warga. “Akibatnya bisa menimbulkan penyakit kanker,” ujarnya.

Legislator partai Demokrat ini meminta kapada DLHD Tubaba untuk menyikapi permasalahan ini secara serius.

Baca Juga:  Bersama ACT Lampung, SMP Ar Raihan Sambangi Pulau Legundi

Usaha milik Sunoto, warga RT- 25, Suku V, Tiyuh Candrakencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah, sepertinya belum memiliki tempat pembuangan limbah yang sesuai standar DLHD.

“Kami akan menindaklanjuti hal ini dan menjadi catatan bagi kami jika pemilik lapak tidak segera memperbaiki pembuangan limbah maka akan kami ambil tindakan tegas,” ujar Petugas DLHD Dody Irawansyah.

Sementara itu, Sunoto, pemilik lapak mengakui bahwa selama ini pihaknya telah membuang limbah cairnya ke saluran tersebut. Dirinya berjanji akan memperbaiki penampungan limbah yang sesuai dengan standar DLHD.

“Ini penampungan yang sudah saya buat dan cairan yang ada disaluran itu adalah air hujan bukan berasal dari penampungan ini, ” kelitnya.

Baca Juga:  Ribuan Masyarakat Meriahkan MRSF Lampung Barat

Terpisah, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Tubaba, yang diwakili Suparno, mengatakan terkait pembuangan limbah di saluran irigasi merupakan kewenangan Dinas Pengairan setempat. “Masalah saluran irigasi adalah kewenangan Dinas Pengairan, bukan kewenangan kami,” ujarnya diamini Dedi Ismanto.(GS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top