Iklan
Ekonomi

DPRD Lampung Nyatakan Sikap Dukung Pengusaha Outlet

Ketua Komisi II DPRD Lampung, Hantoni Hasan, usai menerima para pengunjuk rasa yang tergabung dalam KNCI Lampung, di Kantor DPRD Lampung/WA

BANDAR LAMPUNG – Aksi massa dari Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) Lampung, mendapat tanggapan langsung dari Ketua Komisi II DPRD Lampung, Hantoni Hasan. Yang menyatakan, sangat prihatin terhadap nasib 5 juta outlet di Indonesia yang turut dirugikan dengan adanya aturan Kemenkominfo tersebut perihal 1 NIK untuk registrasi 3 kartu perdana.

Untuk itu Komisi II menyatakan mendukung pernyataan sikap dan tuntutan yang diajukan perwakilan pendemo yang hadir di ruang rapat komisi II untuk melakukan audiensi.

“Intinya DPRD ini sangat prihatin, karena ini menyangkut nasib 5 juta rekan-rekan yang buka outlet. Sebenarnya kami mendukung pemerintah dalam rangka keamanan dari sisi pengguna kartu ini bisa terjaga. Kemudian bagaimana upaya pemerintah supaya pemegang kartu itu berlangganan bukan hanya memakai lalu buang,” kata Hantoni, di Gedung DPRD Lampung, Senin (2/4).

Baca Juga:  Napi Sering Dijenguk Rentan Jadi Korban Pungli

Namun demikian, kebijakan tersebut dirasa memberatkan. Apalagi dengan sistem saat ini dimana dalam 1 KK (kartu keluarga) pengguna tetap belum bisa melakukan registrasi karena sistem administrasi kependudukan kita juga yang belum baik.

“Sekiranya permasalahan ini jangan sampai berlarut. Karena dengan pembatasan registrasi ini, kartu-kartu yang sudah mereka beli itu kan cash. Kita bisa bayangkan jika mereka tidak bisa jual karena masa berlaku dan registrasi yang dibatasi. Dampaknya usaha mereka hanya bisa bertahan hingga 2 bulan, ini kan berarti juga akan berdampak pada naiknya angka kemiskinan, keamanan dan lainnya,” jelas politisi PKS ini.

Sebelumnya, ratusan pengusaha outlet yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) Lampung menggelar aksi menolak peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) nomor 14 tahun 2017 tentang registrasi pelanggan jasa telekomunikasi yaitu pembatasan 1 nomor induk kependudukan (NIK) untuk 3 kali registrasi sim card.(DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top