Uncategorized

DPRD Lampung Cek Kualitas Beras Impor

Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Joko Santoso/Suluh

BANDARLAMPUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung dalam waktu dekat akan meninjau beras impor di gudang Bulog. Langkah ini untuk mengecek kualitas beras impor dan kuota peruntukkannya.

“Nanti kita lihat langsung, beras impor bagaimana dan beras petani lokal seperti apa. Karena perencanaannya kedepannya rastra bisa dicukupkan untuk jangka waktu satu tahun,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Lampung, Joko Santoso di ruang kerjanya, Kamis (22/2).

Joko berharap beras beras impor yang telah masuk ke Provinsi Lampung melalui Pelabuhan Panjang, pada Kamis (15/2) lalu bisa menekan harga di tingkat tengkulak. Apalagi harga beras hingga kini masih tinggi meskipun perlahan menunjukkan penurunan harga.

Baca Juga:  KPU Pesawaran Mulai Pasang APK Calon Gubernur dan Wakil

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Bulog harus bisa menjaga dan mengendalikan ritme perdagangan seperti kapan waktunya menggelar operasi pasar . Kalau tidak, beras impor justru sebaliknya bisa membuat harga beras produksi petani lokal jatuh,” kata dia.

Joko menilai, impor beras saat ini belum bisa dikatakan merugikan para petani, karena belum memasuki masa panen.

“Kami (DPRD) juga sudah meminta kepada pihak eksekutif agar melaksanakan Perda tata niaga distribusi gabah. Hal ini berguna agar gabah tidak keluar Lampung, dan hanya beredar di daerah sendiri. Jadi yang keluar sudah dalam bentuk beras,” paparnya.

Untuk diketahui, Beras impor dari Thailand mulai masuk Pelabuhan Panjang, Kota Bandar Lampung, Kamis (15/2). Bongkar muat beras impor tersebut mendapat pengawalan Satgas Pangan Polda Lampung dan Bea dan Cukai Bandar Lampung.

Baca Juga:  Ririn Kuswantari Minta Maaf Perihal Tanda Tangan Palsu Djohan Sulaiman

Kepala Bulog Divre Lampung, Muhammad Attar Rizal, mengatakan, beras impor asal Thailand masuk sebanyak 5.500 ton dan telah tiba di Dermaga C Pelabuhan Panjang.

Setelah bongkar muat dari kapal tersebut, beras impor diangkut ke gudang Bulog dengan armada truk sebanyak 100 unit. Masing-masing truk akan memuat sekitar 20 ton beras ke Gudang Bulog berada di Campang Raya dan Garuntang.

“Akan didistribusikan masih menunggu instruksi pusat,” katanya.

Tahap selanjutnya, beras impor akan masuk sebanyak 20 ribu ton dari Vietnam. Saat ini kapal pengangkut beras impor 20 ribu ton tersebut masih dalam pelayaran. Diperkirakan dua tiga hari ke depan merapat di Pelabuhan Panjang.

Baca Juga:  Diskusi Ridho - Chairul Tanjung di Pesawat Buahkan Transmart Lampung

Sedangkan tahap ketiga, beras impor akan masuk lagi dari Thailand melalu Bankok sebanyak 4.500 ton, dan diperkirakan tiba empat atau lima hari ke depan.(DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top