Iklan
Bandar Lampung

DPRD Lampung Bentuk Tim Investigasi, Warga 4 Kecamatan Ancam Duduki PT SGC

Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal, didampingi Ketua Komisi I DPRD Lampung Ririn Kuswantari, saat memimpin pertemuan bersama dengan warga 4 kecamatan di Kabupaten Tulangbawang/AR/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Masyarakat empat kecamatan di Kabupaten Tulangbawang, mengancam akan menduduki 40 ribu hektare hak tanah umbul yang diduduki oleh PT. Sweet Indo Lampung (SIL) ataupun PT. Sugar Group Company (SGC).

Hal itu disampaikan oleh salah satu perwakilan warga Supri Barko, usai rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Lampung, jika pemerintah maupun DPRD Lampung tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini hingga pilpres 17 April 2019.

RDP ini dipimpin oleh Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal dan dihadiri oleh Ketua Komisi I DPRD Lampung Ririn Kuswantari, Biro Hukum Provinsi Lampung Zulfikar, BPM provinsi dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

Baca Juga:  Kabupaten dan Kota se-Lampung, Mulai Terapkan Kebijakan Satu Peta

“Pemerintah dan DPRD Lampung bisa segera menyelesaikan permasalahan hak tanah umbul masyarakat  Tulangbawang di empat kecamatan, yakni Gunung Aji, Gedong Meneng, Dente Teladas, dan Menggala yang selama 25 tahun dipakai oleh perusahaan,” jelas perwakilan warga Supri Barko, Rabu (20/3).

Kata Supri, meski sudah seperempat abad menduduki tanah umbul, PT SGC juga tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Selain itu, pihaknya juga mengaku kecewa terhadap sikap kepemimpinan Winarti sebagai Bupati Tulangbawang yang sulit untuk ditemui.

sementara itu, Kepala BPN Tulangbawang Imlan, menyampaikan bahwa pihaknya akan mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Ia mengaku tidak bisa memenuhi permintaan masyarakat agar BPN mengukur ulang hak guna usaha (HGU) PT SGC tersebut.

Baca Juga:  Pemkot Lakukan Pelebaran di Jalan Kapten Abdul Haq

Sementara itu, Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal, berharap agar masyarakat bisa menyelesaikan permasalahan ini secara baik-baik.

“Kami baru mengumpulkan bahan dan keterangan dari masyarakat setempat. Kedepan kami juga akan memanggil pihak perusahaan dan membentuk tim investigasi untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ungkap Dedi.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top