Uncategorized

DPRD Bandarlampung Nilai Pembangunan Transmart Sudah Salah Sejak Awal

Rapat Dengar Pendapat pihak Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Komisi III DPRD di ruang Lobi Gedung Sekretariat DPRD Bandar Lampung, Rabu (17/1)/Ist

BANDARLAMPUNG – Anggota Komisi III DPRD Bandar Lampung, Dedi Yuginta, mengaku senang dengan adanya Transmart yang dianggap bisa menjadi ikon Kota Bandar Lampung. Namun, kehadiran Transmart Lampung justru mengakibatkan kemacetan di Jalan Sultan Agung-Ryacudu, Way Halim.

Dirinya menilai, hal tersebut terjadi lantaran sejak awal pembangunan Transmart telah terjadi pelanggaran.

“Kalau saya lihat persoalan ini memang sudah salah dari awal. Semestinya pihak Transmasrt sebelum melakukan pembangunan sudah menjalankan apa yang diarahkan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Dedi Yuginta dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak Pemerintah Kota di Ruang Lobi Gedung Sekretariat DPRD Bandar Lampung, Rabu (17/1).

Baca Juga:  Proyek Jalan Pramuka Senilai Rp27 M Mulai Rusak

Dedi Yuginta menyebutkan, persoalan Transmart harus disikapi secara serius. Apalagai Polda Lampung, Polresta Bandar Lampung dan pemerintah sudah menyatakan secara tegas agar Transmart ditutup.

Anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra, Jauhari, melihat ada unsur pelanggaran hukum yang dilakukan secara sengaja oleh pihak Transmart.

Hal tersebut dikarenakan, Transmart bukan merupakan perusahaan baru, melainkan sudah memiliki cabang di beberapa kota-kota besar.

“Saya yakin pihak Transmart mengetahui aturan, karena bukan perusahaan baru dan sudah banyak cabang, Saya yakin pihak Transmart mengecilkan,” kata Jauhari.

Sementara, Sekretaris Komisi III Ahmad Riza mempertanyakan sikap Transmart yang sejak awal sampai hari ini selalu menciptakan persoalan.

Bahkan sebelum pembangunan Transmart, Gedung DPRD Bandar Lampung sempat didemo elemen masyarakat terkait perizinan Transmart.

Baca Juga:  Persoalan HGU di Lampung Tak Kunjung Usai

“Sebelumnya, saat proses pembangunan Transmart baru 40 persen, DPRD sudah didemo terkait izin. Kemudian setelah itu, timbul masalah ketenagakerjaan. Dan sekarang masalah andalalin. Ada apa dengan Transmart?” Kata Ahmad Riza.

Menyikapi hal tersebut, Corporate Communication General Manager PT Trans Retail Indonesia, Satria Hamid, mengaku akan segera menindaklanjuti setiap usulan yang diutarakan DPRD dan Organisasi Perangkat Daerah. Di antaranya dengan langsung merubah pintu utama Transmart Lampung, Way Halim.

“Semua usulan dan masukan dari DPRD ataupun OPD akan langsung kami tindaklanjuti, besok (Kamis, 18/1) langsung merubah pintu utama. Sementara untuk perizinan sedang dalam proses,” terang Satria Hamid. (RD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top