Iklan
Ekonomi

DPR-RI Apresiasi Pengelolaan Anggaran Kemen ESDM, PNPB 2018 Tembus Rp282 Triliun

Komisi VII DPR apresiasi kinerja Menteri ESDM Ignasius Jonan dan jajarannya atas capaian Opini WTP LHP LK ESDM 2018 dan capaian PNBP 2018 yang overtarget 178% dari penetapan APBN 2018 pada Raker di Gedung MPR-DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (18/7/2019). | Kementerian ESDM RI

BANDAR LAMPUNG – Publik patut memberi apresiasi atas kinerja pemerintah dalam upaya peningkatan penerimaan pendapatan negara. Seperti yang dicapai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam Rapat Kerja (Raker) Kementerian ESDM bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (18/7) kemarin terungkap, capaian penerimaan pendapatan negara sektor ESDM terutama yang berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) jauh melampaui target yang ditetapkan pada tahun 2018.

Di hadapan pimpinan dan anggota Komisi Energi, Riset dan Teknologi, dan Lingkungan Hidup DPR tersebut, Menteri ESDM Ignasius Jonan memaparkan, realisasi penerimaan pendapatan negara sektor ESDM tahun 2018 mencapai Rp 282,48 triliun. Atau setara 178 persen lebih besar dari target penetapan Anggaran Penerimaan Dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp158,62 triliun.

Baca Juga:  DPR Sahkan Revisi UU MD3, Pengkritik DPR Bisa Dipidana

“Penerimaan negara tahun 2018 ini merupakan penerimaan negara paling tinggi dalam lima tahun ini,” kata Menteri Jonan, mantan Dirut PT Kereta Api Indonesia ini menjelaskan melalui keterangan pers yang diterima redaksi Kamis malam.

Sumber penerimaan, imbuh Jonan, tercatat dari PNBP sumber daya alam (SDA) sebesar Rp195,17 triliun, PNBP Non SDA Rp 22,35 triliun, PNBP Badan Layanan Umum (BLU) Rp 0,268 triliun dan PPH Migas Rp64,70 triliun.

Tahun 2018, Kementerian ESDM juga mengalokasikan 54 persen anggaran yang bersumber dari APBN untuk kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat. Seperti pembangunan jaringan gas kota, pemberian konverter kit untuk nelayan, pemberian bantuan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), serta pemberian bantuan sarana air bersih (sumur bor) untuk rakyat di lokasi sulit air.

Baca Juga:  Crowde Bantu Masyarakat Indonesia Melek Investasi

Terhadap capaian positif itu, juga kinerja pengelolaan anggaran dan laporan keuangan Kementerian ESDM 2018 yang memperoleh predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Kementerian ESDM 2018 dari BPK dan merupakan capaian ketiga kali berturut-turut sejak 2016, Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam turut mengapresiasi diamini anggota peserta raker.

“Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi kepada Menteri ESDM RI atas audit laporan keuangan Kementerian ESDM Republik Indonesia Tahun 2018 yang memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualiandari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI),” ujar Ridwan, mengimbukan pula apresiasi atas capaian penerimaan sektor ESDM terutama PNBP 2018 yang overtarget.

Baca Juga:  2 Desa di Mesuji Percepat Pembangunan Lewat Musrenbangdes

Kesempatan sama, Jonan berterima kasih atas apresiasi para legislator. Menurut dia, capaian yang diperoleh merupakan upaya bersama Komisi VII dan kementerian dipimpinnya.

“Kami atas nama Kementerian ESDM mengucapkan terima kasih atas waktu dan perkenan Bapak Ibu anggota Komisi VII DPR untuk membahas laporan keuangan pemerintah pusat dan kinerja Kementerian ESDM. Sebenarnya kinerja ini adalah kinerja bersama dengan mitra Komisi VII DPR RI, khususnya seperti pencapaian penyerapan dan penerimaan PNBP itu adalah prestasi bersama,” pungkas Jonan.(LS/SF/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top