Modus

DPD PDIP Mulai Lidik Dugaan Nanang Ermanto Terlibat Perkara Suap  

Sekretaris DPD PDIP Lampung, Mingrum Gumay/AR/Suluh

BANDAR LAMPUNG – DPD PDIP Lampung, akan mengkroscek dugaan keterlibatan Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, dalam perkara suap proyek di kabupaten setempat.

Hal ini menyikapi persidangan Zainudin Hasan, Bupati Lampung Selatan (nonaktif) dalam perkara suap proyek Lamsel yang menyebut Nanang Ermanto telah menerima aliran dana tersebut.

“Pertama DPD belum dapat laporan itu. Soal ada keterangan di muka persidangan. Karena masih dalam persidangan, perlu nanti kita cek. Kita hormati di mata hukum. Karena semua sama di mata hukum,” kata Sektretaris DPD PDIP Lampung, Mingrum Gumay, Selasa (6/11).

Kendati demikian, ia berharap agar masyarakat tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Baca Juga:  910 Burung Langka Bernilai Ratusan Juta Gagal Diselundupkan ke Jawa

“Kita akan kroscek juga keterangan di persidangan. Apakah akan menjadi mister blower dan dapat dibuktikan secara hukum serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Korwil PDIP Lamsel nantinya yang akan mendalami permasalahan ini.

“Korwil yang mendalami, nanti laporan ke kita dengan berkoordinasi melalui divisi hukum,” ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Lampung Selatan (nonaktif) Zainudin Hasan, mengakui adanya aliran dana fee proyek kepada Wakil Bupati Nanang Ermanto (kini menjabat Plt. Bupati Lamsel) dan Hendry Rosyadi selaku Ketua DPRD Lamsel.

Hal tersebut diungkapkan dalam ruang Sidang Garuda, Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, saat memberikan kesaksian dalam perkara suap fee proyek dengan terdakwa Gilang Ramadhan, Direktur PT. Prabu Sungai Andalas.

Baca Juga:  Penghinaan Melalui Medsos di Tanggamus Berakhir Damai

“Iya ada ke Wakil Bupati Nanang Ermanto, tapi itu bukan dari saya secara langsung, itu melalui Agus Bhakti Nugroho (ABN),” katanya, Rabu (31/10) lalu.

Selanjutnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI menanyakan apakah pemberian uang tersebut dibayar dalam beberapa tahap?

Zainudin pun mengamini. “Iya, pertama Rp100 juta, selebihnya Agus (ABN) yang urus,” jelasnya.

“Apakah ada kode biru, artinya Rp50 juta dan merah Rp100 juta antara Anda dan Nanang Ermanto dalam setiap permintaan?” tanya JPU.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top