Daerah

Dorong Pembentukan DKM, AWPI Mesuji Diskusi Bersama Paus Sastra Lampung

kiri-Sastrawan Lampung Isbedy Stiawan ZS  dalam diskusi singkat bersama Ketua AWPI Mesuji, Lukman, di Ruang Belajar Lamban Sastra, Jati Agung/Istimewa

JATI AGUNG – Dewan Kesenian adalah  fasilitator dan katalisator bagi  pelaku seni di daerah-daerah di Indonesia. Hal ini disampaikan sastrawan Lampung Isbedy Stiawan ZS  dalam diskusi singkat bersama Ketua AWPI Mesuji, Lukman, di Ruang Belajar Lamban Sastra, Jati Agung, kemarin.

Dalam kesempatan ini sastrawan yang dijuluki Paus Sastra Lampung itu juga mengatakan  ketentuan tersebut  sudah berlaku sejak 1993. “Sesuai dengan Instruksi Mendagri nomor 5.A tahun 1993,” tegasnya.

Sementara itu, Lukman menegaskan sikap AWPI Mesuji yang mendorong  pembentukan Dewan Kesenian Mesuji (DKM) sebagai wadah  kretifitas dan berkarya bagi semua pelaku seni dan sastra. “Kita berharap secepatnya dapat terbentuk. Setidaknya sebagai rumah bagi para seniman dan sastrawan lokal,” ujarnya.

Baca Juga:  Pelaku Usaha dan Ormas Diminta Ikut Mendukung Germas

Fajar Mesaz: “Sudah Waktunya”

Novelis Mesuji, Fajar Mesaz,  yang beberapa waktu lalu  menjadi juara nominasi dalam Lomba Puisi Esai Asean yang ditaja di Malaysia, ikut berkomentar terkait wacana pembentukan Dewan Kesenian Mesuji.

“Terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali. Memang sudah waktunya,” ujar penulis novela BEGUM: Rohingya Itu Mati kepada media ini.

Padahal, kata dia, melalui media seni dan sastra, stigma buruk Mesuji dapat diimbangi secara konstruktif.

Fajar juga mengatakan, para penggiat seni dan sastra di Mesuji sebenarnya sudah menghimpun diri dalam satu wadah Komunitas Seni Mesuji. Hanya saja, Pemerintah  Daerah seperti alergi mengurus hal-hal semacam ini.

“Komunitas itu bahkan sudah beberapa kali mengadakan pertunjukan di taman Brabasan secara mandiri. Lukisan elektronik wajah bupati  Khamami oleh anak-anak komunitas  di pajang sampai ke mana-mana. Sayangnya, tak ada intitusi yang berinisiatif membina,” ucapnya dengan wajah miris.

Baca Juga:  Ponpes La Tansa Lebak Gelar Festival Literari Internasional

Sementara itu Suwondo Alex, ketua Gerakan Pemuda Mesuji (GPM) mendukung rencana pembentukan DK Mesuji.

Suwondo menegaskan siap memfasilitasi tempat bagi para sastrawan dan seniman untuk berdiskusi lebih jauh.

“Sekretariat GPM silakan digunakan. Untuk sementara silakan dipakai sebagai sekretariat bersama,” kata Suwondo.

Lebuh jauh dia juga mengatakan, selama ini para pelaku kesenian di Mesuji tak pernah memiliki ruang kecuali hanya sebatas kegiatan-kegiatan serimonial yang jauh dari mengakar.

“GPM pernah mengadakan diskusi terkait hal ini dan menghadirkan sastrawan Lampung Isbedy Stiawan, meski saat itu sempat ‘diboikot’,” katanya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top