Iklan
Bandar Lampung

Dokter Mogok Bakal Hambat Akreditasi RS Abdul Moeloek Lampung

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim/JO/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Aksi mogok 8 dokter spesialis anak dianggap bakal mempengaruhi hasil survei akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUAM) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Tetapi anggapan ini ditepis oleh pejabat terkait.

Diketahui, Komite akreditasi rumah sakit mulai melakukan survei pelayanan di RSUAM milik Pemprov Lampung.

Rumah sakit terbesar di Lampung ini, akan menjalani survei akreditasi selama lima hari dari tanggal 16 hingga 21 September 2019 mendatang.

Komite akreditasi rumah sakit menurunkan 7 anggota tim survey, yang terdiri atas 2 surveyor manajemen, 2 surveyor keperawatan dan 3 surveyor medis.

Akreditasi rumah sakit merupakan amanat Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009, Pasal 40, bahwa rumah sakit harus terakreditasi selama 3 tahun.

Baca Juga:  Alzier dan Yozi Rizal Dijadwalkan Jadi Pembicara Diskusi Lampung Darurat Politik Uang

Pada tahun 2016 lalu, RSUAM meraih akreditasi B plus pendidikan secara paripurna dan di tahun 2019 ini RS Abdul Moeloek masih mengambil akreditasi yang sama, B plus pendidikan.

“Tim survei dari komite akreditasi rumah sakit akan menilai pelayanan di RS Abdul Moeloek dengan berorientasi kepada keselamatan pasien,” jelas Akhmad Sapri, Kasubag Humas RS Abdul Moeloek, Senin (16/9).

Sebelumnya, beberapa dokter di RS Abdul Moeloek sempat melakukan aksi mogok, diantaranya dokter di SMF Anak, poliklinik penyakit dalam dan VCT Kanca Sehati.

Bahkan 8 dokter spesialis di SMF anak mengeluarkan surat pernyataan menuntut pembayaran jasa pelayanan.

Surat tersebut tertanggal Jumat (9/9) lalu dan ditujukan kepada direktur utama rumah sakit.

Baca Juga:  Tim Kuasa Hukum Paslon Ridho-Bachtiar Legowo

Menurut Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, persoalan pembayaran jasa pelayanan tenaga medis di RS Abdul Moeloek telah diselesaikan secara manajerial.

“Hal itu tidak akan menghambat hasil survey nantinya,” tukas Wagub yang biasa disapa Nunik ini.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top