Iklan
Bandar Lampung

Dokter Anak RS Abdul Moeloek Tak Digaji 8 Bulan, Arinal : Ini Hanya Perkara Kecil

Kepala Sub Bagian Humas RS Abdul Moeloek, Akmad Sapri/JO/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Delapan dokter spesialis anak di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek Lampung, melakukan aksi mogok kerja dan menuntut pembayaran jasa pelayanan selama delapan (8) bulan terakhir.

Dokter SMF Anak,  mengeluarkan surat pernyataan yang mengatakan terhitung sejak hari Jumat 9 September, Dokter SMF anak menghentikan pelayanan di Poliklinik SMF Anak.

Surat pernyataan mogok kerja tersebut merupakan tindak lanjut dari surat yang pernah dikirimkan sebelumnya pada 16 Mei lalu dan ditujukan kepada Direktur Utama RS Abdul Moeloek.

Sehari sebelumnya, Kepala SMF Penyakit Dalam RS Abdul Moeloek, Dokter Taruna, menggelar rapat komite medik di Aula SMF bedah dan menyerukan penghentian sementara pelayanan pasien.

Baca Juga:  Starkey Hearing Foundation Cek 580 Penerima Bantuan di Lampung

Aksi mogok kerja ini menghentikan pelayanan pasien di Poliklinik Penyakit Dalam dan Poliklinik VCT Kaca Sehati.

Gubernur Lampung Arinal Djunadi menilai aksi mogok kerja para dokter  tersebut hanya perkara keci.

“Persoalan ini diselesaikan secara internal,” kata Arinal, Jumat (6/9) kemarin.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas RS Abdul Moeloek, Akmad Sapri, membantah adanya aksi mogok kerja para dokter.

“Pelayanan di poliklinik penyakit dalam dan Poliklinik VCT Kanca Sehati masih berjalan,” kata dia.

Diketahui, sejumlah pelayanan bagi pasien haemodialisa, visit pasien rawat inap dan bimbingan bagi dokter muda tetap berjalan seperti biasa. Namun, pasien rawat jalan kondisi gawat darurat dialihkan ke IGS.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top