Iklan
Bandar Lampung

DLH Bandar Lampung Kesuiltan Tangani Alih Fungsi Lahan

Alih fungsi lahan/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Mahasiswa Raden Intan Pecinta Alam atau Maripat, menggelar diskusi publik terkait buruknya kebersihan dan manajemen kelola lingkungan Kota Bandar Lampung. Diskusi yang diikuti sejumlah organisasi pecinta alam dari beberapa Universitas di Lampung ini mengangkat tema Bandar Lampung veteran Adipura.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rektorat lantai III ini, mengupas seputar gagalnya Bandar Lampung untuk meraih kembali Piala Adipura serta predikat Bandar Lampung sebagai kota besar terkotor di Indonesia yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada pertengahan Januari 2019 lalu.

Perwakilan Walhi wilayah Provinsi Lampung, menyebutkan di samping rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, pemerintah juga perlu melakukan penataan kota dengan menyediakan lahan serta membangun ruang terbuka hijau.

Baca Juga:  ASN Lampung Wajib Gunakan Pakaian Dinas Batik Setiap Tanggal 2 Oktober

Pasalnya, saat ini Bandar Lampung hanya memiliki 11% ruang terbuka hijau dari luas kota.

Namun, alih fungsi bukit bukit yang ada di Bandar Lampung, juga turut merusak lingkungan yang seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau dan daerah resapan air.

Diskusi yang juga dihadiri anggota Komisi III DPRD Bandar Lampung, Erika Novalia Sari, menyebutkan dibutuhkan political will atau kebijakan politik bersama pemerintah kota untuk dapat menata bukit-bukit yang ada di Bandar Lampung.

“Sehingga pembangunan yang berjalan saat ini juga dapat berlanjut hingga ke generasi berikutnya. Kebijakan bersama antara pemangku kepentingan sangat dibutuhkan mengingat kepemilikan bukit bukit tersebut adalah hak milik pribadi,” jelas Erika.

Baca Juga:  Kunjungan Komisi VIII DPD RI ke Lampung Tambah Kualitas Pembangunan Bidang Agama Hingga Baznas

Kepemilikan pribadi atas bukit ini menjadi hambatan bagi Dinas Lingkungan Hidup Bandar Lampung, untuk menertibkan alih fungsi bukit yang seharusnya bisa menjadi ruang terbuka hijau justru menjadi daerah permukiman dan pusat bisnis seperti perhotelan dan wisata kota.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top