Iklan
Bandar Lampung

Divre IV Tanjung Karang Tutup Jalur Perlintasan Sebidang  

Divre IV Tanjung Karang, melakukan penertiban perlintasan sebidang/HI

BANDAR LAMPUNG – Keberadaan perlintasan sebidang, yaitu pintu persilangan rel kereta api dengan jalan, sangat problematik dan dilematis.

Hal itu menjadi problematis karena menghadirkan sejumlah masalah, mulai dari persoalan kemacetan keselamatan, hingga kedisiplinan masyarakat pengguna jalan, bahkan akan menimbulkan kerugian ekonomi apabila terjadi kecelakaan.

Manager Humas Divre IV Tanjung Karang, Sapto Hartoyo, mengatakan, problematiknya ialah jika tidak ditutup maka akan semakin banyak menimbulkan korban jiwa yang jatuh diperlintasan sebidang.

“Namun, jika ditutup akan menimbulkan persoalan akses mobilitas bagi warga yang tinggal di perlintasan sebidang,” kata Sapto, Senin (5/8).

Penertiban dan penutupan perlintasan sebidang, sesungguhnya amanat regulasi perkeretaapian, yaitu undang-undang no.23 tahun 2007 tentang perkeretaapian, pasal 94 ayat (1), yang berbunyi, “Untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan perlintasan sebidang yang tidak memiliki izin harus ditutup”.

Baca Juga:  PT KAI Divre IV Tanjung Karang Optimalkan Aset untuk Disewa

Berdasarkan data dari PT Kereta Api Divre IV, kecelakaan yang terjadi di pintu perlintasan wilayah divre IV Tanjung karang menunjukkan kenaikan setiap tahunnya, pada 2018 terjadi 44 kecelakaan dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 22 orang.

Terbaru adalah terjadi kecelakaan di perlintasan liar kilometer 13+5/6, tepatnya di perlintasan kelurahan  Jagabaya 2 – kelurahan Surabaya, atau persis dibelakang makam pahlawan.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang remaja pengendara sepeda motor mengalami luka-luka dan harus dirawat dirumah sakit.

“Dengan ditutupnya perlintasan ini, diharapkan dapat mencegah terjadinya  kecelakaan yang merenggut korban jiwa,” tukas dia.

Untuk penutupan perlintasan ini, PT KAI sudah berkoordinasi dengan dinas perhubungan, maupun dengan tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga:  PT KAI Beri Tiket Gratis Khusus di Hari Sabtu

Sementara itu, Apri, salah satu warga setempat, yang biasa melintasi perlintasan tersebut mengaku jika penutupan itu membuat ia harus memutar lewat jalan Hanoman.

Namun meski demikian ia mendukung adanya penutupan perlintasan Kelurahan Jagabaya 2 – Kelurahan Surabaya. Hal itu dikarenakan, memang dilokasi tempat penyeberangan rel kereta untuk sepeda motor tersebut sering terjadi kecelakaan.

“Saya hampir setiap hari lewat sini, tapi sekarang sudah ditutup untuk keselamatan, karena memang sering ada kecelakaan disini, jadi terpaksa mau diapain lagi. Untuk seterusnya, saya kalo mau nyebrang rel ya lewat samping Bakso Setan, kalo enggak lewat Hanoman,” ujar Apri.(HI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top