Modus

Dituding Miliki Ilmu Pelet, Guru Ngaji Lapor Polisi

Tindakan persekusi/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Dituding memiliki ilmu pelet, seorang ustadz pengajar mengaji di Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan (Lamsel), menjadi korban persekusi dan penyerangan oleh sekelompok orang.

Tak hanya di intimidasi, sang ustadz mengaku dipaksa membuat surat pernyataan untuk pergi meninggalkan kampung tempat tinggalnya. Bahkan peristiwa persekusi tersebut sempat diunggah oleh seseorang warga yang sempat viral di media social.

Diketahui, ustadz bernama Mudrik Chailani (47) ini, mengajar di Taman Pendidikan Al Quran (TPA), tepatnya di Desa Budi Lestari, Kecamatan Tanjung Bintang.

Namun, beberapa waktu lalu, isu tak sedap dan fitnah melanda Mudrik beserta keluarganya yang sudah bertempat tinggal serta memberikan ilmu agama selama 10 tahun di Desa Budi Lestari.

Mudrik mengaku, menjadi korban penyerangan dan persekusi oleh puluhan orang dari desa sebrang tempat tinggalnya.

Baca Juga:  Polda Lampung Periksa Kejiwaan Pembakar Bendera

Saat itu puluhan warga desa jati baru yang letaknya tak jauh dari kediamannya, mendatangi rumah tempat tinggalnya pada waktu tengah malam.

Puluhan warga yang dikomandoi oleh dua orang warga berinisial SR dan DH, mengaku salah seorang keluarganya menjadi korban ilmu pelet yang dilakukan oleh Ustadz Mudrik.

Bahkan akibat ilmu pelet tersebut, anggota keluarganya mengalami kerenggangan hubungan rumah tangga dengan suaminya.

Puluhan warga kemudian memaksa Mudrik untuk membuat surat pernyataan yang isinya mengakui telah menebar ilmu pelet di Desa Jati Baru dan telah menimbulkan korban hingga mengalami keretakan rumah tangganya.

Tak puas sampai disitu, puluhan warga kemudian beramai ramai meminta sang ustadz pergi dari tempat tinggalnya, karena dianggap sebagai penebar ilmu pelet yang dapat menyebabkan keretakan rumah tangga.

Baca Juga:  Nanang Ermanto Lepas Keberangkatan 85 Jamaah Umroh Lampung Selatan

Bahkan salah seorang warga nekad mengunggah foto Mudrik sembari memegang surat pernyataan di akun media sosial miliknya, dengan bertuliskan ustadz penebar ilmu pelet perusak hubungan rumah tangga.

“Yah, saya dipaksa untuk buat surat pernyataan itu. Sama saja ini tindakan persekusi atas saya dan keluarga,” ungkap Mudrik, saat ditemui, Jumat (3/1).

Atas peristiwa tersebut, sang ustadz kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya kepihak kepolisian Polda Lampung.

Dalam laporannya, Mudrik melaporkan peristiwa penyerangan serta persekusi yang dilakukan puluhan warga dari desa sebrang tempat tinggalnya.

Bahkan Mudrik melaporkan salah seorang pemilik akun media sosial yang mengunggah Foto saat peristiwa penyerangan itu terjadi.

“Saya berharap pihak kepolisian dapat segera memproses hukum atas peristiwa yang saya alami. Karena akibat peristiwa ini, saya merasa terancam dengan keselamatan diri. Selain itu, untuk menghindari keributan antar warga di desa tempat tinggalnya dengan warga di Desa Jati Baru,” tandasnya.(TOM)

Baca Juga:  Nanang Ermanto Salurkan Bantuan 15 Kapal bagi Korban Tsunami Selat Sunda
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top