Daerah

Ditolak Nelayan, Penyedotan Pasir di Wilayah Perairan Labuhan Maringgai Berlanjut

Reklamasi/Penyedotan Pasir/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Tidak hadirnya perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam mediasi antara nelayan yang menolak penyedotan pasir di wilayah perairan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Kuat dugaan disengaja.

Pasalnya, ada pihak-pihak tertentu yang terindikasi telah mendapat restu dari Gubernur Ainal dalam melakukan kegiatan itu meski tidak berizin.

Dari informasi yang dihimpun, orang dekat Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yakni DR dan F diduga sebagai calo dan bekerja sama dengan PT Sejati 555 Sampurna Nuswantara, yang diketahui sebagai perusahaan penyedot pasir.

Meski pada periode sebelumnya telah dikeluarkan Pergub yang memuat larangan melakukan ekplorasi di wilayah tersebut. Namun, Arinal diduga menyetujui permintaan perusahaan tertanggal 17 Juli 2019 yang ditandatangani Chaidir Lius Lie, direktur PT Sejati 555 Sampurna Nuswantara.

Baca Juga:  Hartarto Bela Ridho Ficardo “Mata Sipit” Bukan Rasis

Direktur Eksekutif Lembaga Analisi Kebijakan Strategis Daerah (Laksda), Indra Kesuma, melihat Aada oknum tertentu dan tangan besar yang bermain salam penyedotan itu. Ia menduga ada kepentingan lain dibalik penyedotan tersebut.

“Tidak hanya pasir yang mereka ambil, ada dugaan biji besi hingga silica dan timah yang dikeruk jika tidak ada orang dekat dari pemangku kepentingan dan pemain besar atau cukong tentu tidak sampai sejauh itu perusahaan berani melakukan penyedotan,” tegasnya, Rabu (24/7).

Meski perusahaan telah mengajukan surat pemberitahuan, semestinya Gubernur tidak serta menyetujuinya.  “Apalagi pada periode Gubernur sebelumnya telah ada Pergub yang melarang, kenapa menyetujui kegiatan yang illegal,” tandasnya.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ketika akan dikonfirmasi melalui sambungan telepon, nomor dalam pengaturan pengalihan.

Dikutip dari radarcom.id pasca penghadangan kapal penyedot pasir laut PT Sejati 555 Sampurna Nuswantara pada (19/7) lalu, Selasa 23 Juli 2019, digelar pertemuan pukul 11.30 WIB di Aula Balai Desa Margasari Kec. Labuhan Maringgai Lamtim.

Baca Juga:  Ganggu Kenyamanan Masyarakat, Aliansi Masyarakat Kota Agung Tolak Terorisme

Pertemuan mediasi lanjutan ini untuk mensikapi penolakan nelayan sehubungan dengan rencana penyedotan pasir di Laut Labuhan Maringgai oleh PT Sejati 555 Sampurna Nuswantara. Namun, perwakilan Pemprov Lampung tak hadir dalam pertemuan mediasi tersebut.

Pertemuan dihadiri oleh Kabankesbang Lamtim Syahrul Syah, Kasatpolair AKP Faisal, Camat Labuhan Maringgai Cen Suatman, Wahyu selaku Kades Margasari dan sekitar 100 nelayan.

Camat Labuhan Maringgai Cen Suatman  menyampaikan, pertemuan merupakan tindak lanjut kejadian tanggal 19 Juli 2019 pada saat nelayan mengejar kapal tongkang yang diduga akan melakukan penyedotan pasir.

“Sebagai camat saya tidak bisa mengambil keputusan karena masih mempunyai atasan dan hari ini ditindaklanjuti. Tetapi secara mendadak utusan dari Pemprov Lampung membatalkan acara. Masalah ijin tambang bukan wewenang kabupaten, tetapi saat ini menjadi wewenang Pemprov Lampung,” ungkapnya dalam pertemuan.(LS/KI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top