Panggung

Diskusi Kebangsaan HUT PRD ke-23, Robi: Gelar Doktor Saya Untuk Mereka, Menangkan Pancasila Tema Menggelitik

Akademisi FISIP Unila Dr Robi Cahyadi Kurniawan menerima plakat acara Diskusi Kebangsaan HUT ke-23 PRD, di Woodstairs Cafe, Bandarlampung, Sabtu (27/7/2019). | Muzzamil

BANDAR LAMPUNG – Akademisi FISIP Unila Dr Robi Cahyadi Kurniawan MSi merasakan atmosfir jadi pembicara urutan buncit dalam Diskusi Kebangsaan dalam rangka HUT PRD ke-23 yang diselenggarakan oleh Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW-PRD) Lampung, di Woodstairs Cafe Bandarlampung, Sabtu (27/7) sore.

Dialog Kebangsaan HUT PRD ke-23 bertajuk “Paska Pemilu: Bagaimana Memenangkan Pancasila, Membangun Persatuan Nasional dan Mewujudkan Kesejahteraan Sosial” itu diisi sambutan Walikota Bandarlampung Herman HN usai dibuka Ketua PRD Lampung Ahmad Muslimin.

Usai Sekretaris PRD Lampung Joni Fadli, politisi PDIP Lampung Mukhlis Basri, dan Sekretaris PKS Lampung Ade Utami Ibnu kelar bicara, giliran Robi sejenak memula paparannya dengan romantisme politiknya bersama PRD.

“PRD bukan partai yang asing buat saya. Pas reformasi, kebetulan S1 saya di Bandung. Saya ingat ikut demo mahasiswa, berhasil merobohkan pagar Gedung Sate. Saya inget, ketika reformasi benar-benar terjadi (21 Mei 1998) saya ikut konvoi naik di atas mobil bus kuning milik Departemen Penerangan, dalam bus itu semua teman-teman PRD,” kisah dia.

Baca Juga:  Dua Komikus Lampung Pameran di Galeri Nasional

Ikut konvoi bus pengangkut mahasiswa dari Bandung ke Jakarta, Robi mengaku ia pun ikut merasakan nyemplung kolam gedung MPR/DPR Senayan, saat peristiwa runtuhnya 32 tahun kekuasaan rezim Orde Baru itu.

“Gelar doktor saya untuk mereka (PRD),” buncah Robi, mengisahkan pula sejarah judul disertasi S3-nya, “Klientalisme Pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandar Lampung Tahun 2015” yang turut memotret kiprah perjuangan ekonomi-politik PRD Lampung terkait prosesi kontestasi elektoral pilkada serentak 2015 serta menjadikan Ahmad Muslimin cs –saat itu Ahmad nyalon wakil walikota bersama cawalkot M Yunus dari jalur perseorangan–  sebagai narasumbernya itu.

Usai aplaus peserta diskusi mereda, giliran Herman HN turut disinggung Robi. “Disini ada Pak Herman. Barangkali sampai saat ini masih banyak yang belum tahu ya Pak Herman ya, Bunda Eva (istri Herman HN, red) bergelar doktor juga,” ungkap Robi.

Baca Juga:  Nelayan di Pesisir Pantai Bandar Lampung

“Hasil disertasi saya, kepemimpinan Pak Herman itu luar biasa. Kelemahannya cuma tidak ditunjang dengan informasi yang kontinu. Kalau (diseminasi) informasi itu dikelola serius, saya yakin prestasi kaya Pak Herman juga akan lebih banyak diketahui publik seperti Walikota Surabaya Tri Risma Harini,” imbuh Robi menilai.

Peraih gelar doktor ilmu politik dari FISIP Unpad Bandung 19 Maret tahun lalu itu, lantas mengalihkan atensi peserta dengan menyebut diksi “Menangkan Pancasila”, sebagai tema diskusi yang menggelitik.

Betapa tidak, Robi mengundang tanya, yang seolah bernada menggugat demarkasi kata. “Saya terus terang, ini temanya, kenapa Pancasila harus dimenangkan? Kenapa, sebab menurut saya, secara substansi, Pancasila sudah ‘kalah’,” Robi beri jawabnya.

Kok bisa kalah, dimana letak kekalahannya? “Pancasila ini menghadapi gempuran berita bohong, satu. Terus yang kedua, Pancasila ini juga banyak unsur yang menggerogoti.  Saya misalkan maraknya LGBT dan narkoba itu juga merusak mental bangsa kita,” ujar ia, menggarisbawahi ketahanan keluarga sebagai benteng utama penjaga kesaktian Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, dasar falsafah hidup bermasyarakat, berbangsa, bernegara, serta sumber dari segala sumber hukum di negara kesatuan RI.

Baca Juga:  HUT ke-23 PRD: Telah Mengajarkan Kami Banyak Hal, Terima Kasih PRD

Saat jurnalis, Pemred duajurai.co Juwendra Asdiansyah, hendak menutup diskusi, salah satu peserta, politisi Partai Demokrat Yozi Rizal menyela. Mantan kader PRD itu minta forum diskusi turut menelurkan rekomendasi tertulis terkait upaya nyata memenangkan Pancasila, membangun persatuan nasional, mewujudkan kesejahteraan sosial.

Sayang usul itu tak terkabul ulah terbatasnya waktu. Seratusan peserta, baru beranjak dari duduknya usai para pembicara, juga Herman HN bergantian menerima plakat acara dan berfoto bersama pengurus PRD Lampung. Dirgahayu PRD, terus bergerak dan berjuang bersama rakyat tertindas.(LS/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top