Iklan
Panggung

Diskusi Kebangsaan HUT PRD ke-23, Pria Ini Ungkap Cara Menangkan Pancasila

Sekretaris KPW-PRD Lampung Joni Fadli, berbicara pada Dialog Kebangsaan HUT ke-23 PRD yang jatuh tiap 22 Juli, di Woodstairs Cafe, Bandarlampung, Sabtu (27/7/2019). | Muzzamil

BANDAR LAMPUNG – Sekretaris Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW-PRD) Lampung Joni Fadli menjawab tantangan moderator Juwendra Asdiansyah dengan lugas memanterakan bagaimana cara memenangkan Pancasila di tengah percaturan terkini konfigurasi ideologi politik dalam tata pergaulan bangsa-bangsa.

Juwe, sapaan akrab Pemred duajurai.co Juwendra Asdiansyah yang juga mantan aktivis pers mahasiswa Unila saat masa reformasi 1998 berkecamuk itu, sukses memancing Acong, demikian Joni Fadli biasa disapa, mengungkapkan beberapa jurus memenangkan Pancasila versi PRD.

Menurut Acong, karena proses kelahiran Pancasila sebagai ideologi negara, dasar negara, falsafah hidup bangsa dan negara tidak terlepas dari proses penggalian akar tradisi adat-istiadat dan budaya lokal yang bersenyawa secara menahun, maka dengan jalan melestarikan nilai-nilai luhur Pancasila dan menjadikannya landasan pokok praktik kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara-lah, maka Pancasila akan tetap senantiasa kokoh mempersatukan seluruh bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Diskusi Kebangsaan HUT PRD ke-23, Robi: Gelar Doktor Saya Untuk Mereka, Menangkan Pancasila Tema Menggelitik

Hal tersebut terungkap saat berlangsung Diskusi Kebangsaan “Paska Pemilu: Bagaimana Memenangkan Pancasila, Membangun Persatuan Nasional Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat” dalam rangka Peringatan HUT ke-23 PRD yang ditaja Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW-PRD) Lampung, di Woodstairs Cafe, Bandarlampung, Sabtu (27/7) petang.

Mantan redaktur buletin Pembebasan terbitan Komite Pimpinan Pusat (KPP) PRD bareng advokat tersohor pembina ACTA (Advokat Cinta Tanah Air) yang juga politisi ulung asal Lampung, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP Partai Gerindra –terkini caleg terpilih DPR RI dapil DKI Jakarta I (Jakarta Timur) dan juga mantan Sekretaris PRD Lampung Pemilu 1999, Habiburokhman itu meyakini, perasan kelima sila Pancasila akan abadi dalam sanubari hidup bangsa.

Membersamai Acong, yang pernah ditahan Polda Metro Jaya usai membagi-bagikan selebaran Boikot Pemilu 1997 (medio Maret) saat masih berstatus mahasiswa FISIP Unila ini, tiga narasumber.

Baca Juga:  Menua Bersama, Alumni 76 SMP 2 Kutoarjo Jalin Silaturahmi

Ada mantan wakil bupati satu periode dan mantan Bupati Lampung Barat dua periode kader tulen PDIP yang saat menjabat bupati pernah didemo PRD –kini caleg terpilih DPR RI dapil Lampung I Mukhlis Basri.

Juga, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Lampung sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung Ade Utami Ibnu, yang belakangan masuk radar bursa calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Kota Bandarlampung.

Ingat Ade Utami, ingat vokalis Senayan Fahri Hamzah. Saat lahir reformasi, Fahri adalah ketua umum sekaligus pendiri organ kemahasiswaan ekstrakampus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Ade adalah Ketua KAMMI Lampung pertama.

Terakhir ada Robi Cahyadi Kurniawan. Doktor politik jebolan FISIP Universitas Padjadjaran ini mengambil potret rekam jejak perjuangan ekonomi-politik PRD dalam proses elektoral pilkada sebagai bahan

Baca Juga:  KPK Gelar Lomba Kelinci Hias Pertama di Sumatera

disertasi, dengan para pimpinan partai yang hingga kini masih dilekati stigma komunis ala apparatus Orde Baru itu, sebagai narasumber primernya.

“Gelar doktor saya ada salah satunya karena PRD. Dan gelar doktor ini salah satunya saya persembahkan untuk PRD,” aku Robi yang kini mengajar di FISIP Unila, bak menyahuti ‘pancingan’ Juwe yang menyebut orang pintar cocoknya jadi dosen seperti dirinya.

Turut dihadiri Walikota Bandarlampung Herman HN, diskusi pukul 16.00 itu berakhir sekira pukul 17.45 WIB, ditandai penyerahan plakat kepada Herman HN dan pembicara oleh ketua-sekretaris Ahmad-Acong, juga Deputi Politik PRD Lampung Rahmat Husen.(LS/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top