Panggung

Diskusi Kebangsaan HUT PRD ke-23: “PRD Kan Berani, Menangkan Pancasila Dengan Bantu Pemda Wujudkan Kesejahteraan!

Walikota Bandarlampung Herman HN saat sambutan Diskusi Kebangsaan HUT ke-23 PRD, di Woodstairs Cafe, Bandarlampung, Sabtu (27/7/2019). | Muzzamil/LS

BANDAR LAMPUNG – Satu kata, semangat. Demikian pantauan redaksi runut mengikuti sejak hadir, didaulat berpidato, tak beranjak dari duduk, hingga aktif menyimak seluruh jalannya acara rancak, Diskusi Kebangsaan “Paska Pemilu: Bagaimana Memenangkan Pancasila, Membangun Persatuan Nasional Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat” dalam rangka Peringatan HUT ke-23 PRD yang dioganisir Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW-PRD) Lampung, Sabtu (27/7) lalu.

Siapa dia? Tak lain figur pemimpin lincah urusan kepentingan rakyat satu ini, Walikota Bandarlampung Herman HN. Per istimewa, didaulat memberi sambutan perayaan hari lahir partai buruan rezim Orde Baru di tubir senjakala kejatuhan kekuasaannya, Walikota Bandarlampung dua periode produk pilkada langsung kota 1,2 juta jiwa rakyat itu turut khidmat memberi ucap selamat.

“Saya pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Bandarlampung mengucapkan selamat hari ulang tahun ke-23 kepada PRD Lampung dan saya berharap PRD bisa ikut membantu pemerintah, juga di Kota Bandarlampung ini untuk apa, untuk mensejahterakan rakyat,” harap Herman.

Menyinggung kurun 2010 saat dirinya baru menjabat walikota sebagai tonggak mula perkenalannya dengan kiprah partai politik berhaluan ‘kiri unik’ kelahiran 22 Juli 1996, lima hari menjelang Peristiwa 27 Juli, atau Peristiwa Tragedi Sabtu Kelam 27 Juli 1996, peristiwa berdarah perebutan paksa kantor DPP PDI Pro-Mega di Jalan Diponegoro 58 Menteng Jakarta Pusat (dikenal pula Tragedi Kudatuli) oleh ribuan massa tak dikenal yang jadi picu embrionik pergerakan roda sejarah politik bangsa Indonesia dengan runtuhnya pilar kekuasaan rezim Orde Baru Soeharto, Herman lagi-lagi mengimbau PRD gunakan keterkenalan keberanian garis politiknya untuk ‘membantu’ pemerintah.

Baca Juga:  Herman HN-Sutono Urutan Pertama Terbanyak Melakukan Pelanggaran

“PRD terkenal ‘berani’. Saya harap gunakan keberanian itu untuk bantu pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Lampung untuk mensukseskan program yang ada, agar masyarakat sejahtera,” pintanya serius.

Dia memisalkan potensi Lampung penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia namun masih berbanding terbalik dengan taraf hidup dan kesejahteraan ekonomi para petani penanam dan pembudidayanya.

“Kita tahu sekarang ini era perdagangan bebas. Semua (barang) bisa masuk. Semua masuk Lampung. Kita yang disini jangan mau kalah, gimana caranya kopi Lampung bisa menuju kancah internasional. Karena saya temukan sendiri, ada daerah luar sana mengklaim produk Lampung, mereka ambil di Lampung, giliran jual mereka klaim produksi sendiri,” ungkap Herman.

Baca Juga:  My Sunday Sabet Juara 1 di Spectacular Band Festival 2019

Putra pasangan Hasanusi dan Ratu Pesayan yang masa kecil-remajanya dihabiskan di kampung halamannya di Menggala, Tulang Bawang itu mengajak semua sejahtera kopi.

“Disini ada Pak Muklis Basri selaku DPR RI terpilih, agar nanti bisa mempromosikan kopi Lampung ke luar negeri. Mari kita semua sama-sama membantu pemerintah daerah di Provinsi Lampung ini untuk memakmurkan kopi Lampung agar makin dikenal di dunia dan terpenting mampu mensejahterakan masyarakat Lampung,” ajak sahabat dekat Ketua Umum PRD Agus Jabo Priyono ini.

“Mantap,” celetuk Dedi Rohman alias Dero, mantan kader PRD dan mantan ketua umum Serikat Tani Nasional (STN), organisasi massa petani miskin-buruh tani afiliator PRD, yang selain aktif memperjuangkan usulan duet DKI Lampung sebagai ibu kota pusat pemerintahan negara dan DKI Jakarta (tetap) sebagai ibu kota pusat ekonomi-bisnis-perdagangan dan jasa, terpantau kini juga sukses berbisnis daring produk olahan kopi merek Kopi Payan asal Kalianda, Lampung Selatan itu.

Seperti dijanjikan Ketua KPW-PRD Lampung Ahmad Muslimin, diskusi menghadirkan caleg terpilih DPR RI dapil Lampung I dari PDIP Mukhlis Basri, Sekretaris DPW PKS Lampung sekaligus Ketua FPKS DPRD Lampung Ade Utami Ibnu, dan tuan rumah Sekretaris KPW-PRD Lampung Joni Fadli, narasumber pemantik.

Baca Juga:  Politik Uang Arinal-Nunik, Dilaporkan Dua Tim Paslon Cagub Lampung

Meminjam istilah analis politik Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Lampung (FISIP Unila) Dr Robi Cahyadi Kurniawan, narasumber lainnya, isu tematik Menangkan Pancasila yang konsisten diangkat-serukan PRD masa ke masa memang ‘menggelitik’.

Tunai janji Ahmad Muslimin, aktor pimpinan demonstrasi jalan kaki atau long march massa dari Suku Anak Dalam dan petani korban kejahatan korporasi perkebunan, dari Kantor Gubernur Jambi ke Istana Negara Jakarta 12 Desember 2012 itu pun ciamik.

Dimoderatori sejawat juang Ade Utami Ibnu dan Joni Fadli –sesama veteran gerakan mahasiswa 1998– dan kini pesohor jurnalis, Pemred duajurai.co Juwendra Asdiansyah, diskusi kaya diksi dan pencerahan itu penuh menarik.(LS/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top