Daerah

Diskusi Hari Kopi Nasional, Mukhlis Basri Sebut Petani Belum Sejahtera

Diskusi dalam rangka peringatan Hari Kopi Nasional/Istimewa

LAMPUNG BARAT – Kementerian Pertanian RI, menghadirkan Mukhlis Basri, sebagai pembicara dalam rangka peringatan Hari Kopi Nasional, dengan tema Hari Penuh Hikmah, di Auditorium kementerian setempat, Rabu (11/3) kemarin.

Mantan Bupati Lampung Barat dua periode ini menyampaikan, tentang peningkatan kesejahteraan petani kopi di Indonesia, khususnya petani kopi Lampung, yang merupakan penghasil kopi terbesar kedua di Indonesia dengan kontribusi sebesar 24,19 dari produktivitas kopi nasional.

“Saat ini petani kopi belum sejahtera, akibat berbagai hal, diantaranya jumlah produktivitas yang masih sangat rendah. Dimana petani kopi kita hanya menghasilkan 1 sampai 4 ton/hektar/tahun. Apabila diasumsikan dengan harga jual Rp18 ribu per kg, maka masih sangat rendah dari kebutuhan hidup layak,” kata Mukhlis, dihadapan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dan Ketua Dewan Kopi Nasional Anton Apriantono.

Baca Juga:  TMMD ke-108 di Dusun Merut Resmi Dibuka

Ia mengatakan, untuk meningkatkan hasil produksi petani kopi, diantaranya bisa dengan program bantuan bibit unggul.

“Pemerintah harus bekerja sama dengan perguruan tinggi, dalam membudidayakan bibit unggul. Bibit yang disediakan tidak harus impor dari Vietnam atau Brazil. Gunakan saja bibit lokal yang telah melalui proses uji coba oleh perguruan tinggi,” kata Mukhlis yang juga ketua Dekopi Lampung ini.

Rendahnya hasil panen kopi terutama di Lampung sangat berpengaruh dengan iklim, karena apabila musim kemarau hasil akan lebih baik. Dan sebaliknya apabila musim hujan hasil panen akan menurun.

“Saya petani kopi, jadi paham betul kondisi yang dialami petani, dengan demikian salah satu upaya pemerintah ada menghasilkan bibit yang cocok untuk semua musim, apalagi saat ini kebun kopi masyarakat sebagian besar tanaman tua yang sudah turun temurun,” jelas anggota Komis I DPR RI itu.

Baca Juga:  Warga Desa Karang Anyar Bangun Jembatan Gantung Pengganti

Secara kualitas, kopi robusta Lampung tidak kalah dengan kopi dari daerah lain. Buktinya, kopi robusta Lampung Barat telah diakui baik oleh negara luar, dengan masuk 10 besar terbaik pada ajang kopi speciality Indonesia dengan score cupping 88,38 dan meraih penghargaan Bronze Gourmet pada ajang penghargaan AVPA Gourmet Product Paris 2018 pada kategori roastery D’Lampung dengan sampel kopi robusta petani Lampung Barat.

Kualitas dan rasa kopi robusta Lampung secara umum dan khususnya Lampung Barat tidak kalah dengan kopi dari daerah lain.

“Tetapi kenapa petani kopi kita belum sejahtera, itulah menjadi tugas pemerintah mencarikan solusi terbaik,” pungkas Mukhlis dengan kalimat penutup “Ingat Kopi Ingat Lampung Barat”.(FEB)

Baca Juga:  Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Halah Bihalal Bersama Kepala Desa dan Korcam Pendidikan
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top