Daerah

Disiksa Majikan, TKI Asal Kabupaten Way Kanan Tertahan di Singapura

Keluarga dari Diana Fitria, saat menunjukan foto milik adiknya yang bekerja sebagai TKI di Singapura/MS

WAYKANAN – Nasib memilukan kembali menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Provinsi Lampung. Diana Fitria (37), seorang TKI asal Kabupaten Way Kanan, harus mengalami tindak kekerasan di Negara Singapura tempat ia bekerja.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarganya, diketahui bahwa Diana Fitria beralamat di Jalan Arjuna RT. 001 RW. 003 Kelurahan Taman Asri, Kecamatan Baradatu. Diana menjadi TKI berkerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) melalui PJTKI PT. Eka Santi Jaya Mulya, Jatiasih Kota Bekasi Jawa Barat.

Kepada media, kakak korban Eli Hertika (54), Rita Hendriyani (45), dan Dedhy Prasetiadhy (48), saat ditemui dikediamannya menceritakan, adiknya baru satu minggu bekerja dan mengalami siksaan serta kekerasan oleh orang tua majikan tempatnya bekerja.

Baca Juga:  Winarni Serahkan Bantuan Kursi Roda ke Warga Desa Tanjung Agung

“Adik kami digigit, dipukul dengan tongkat, diludahi, hingga disiram dengan air panas sampai melepuh, ¬†jika tidak menuruti keinginan orang tua dari majikannya yang diketahui mengalami gangguan jiwa,” ujar Eli Hertika, menceritakan kejadian yang menimpa adiknya tersebut, Senin (12/3).

Bahkan, karena tidak kuat menerima siksaan, kata Eli, adiknya pernah berbicara dan memohon untuk dipulangkan ke Indonesia, karena sudah tidak tahan lagi atas siksaan tersebut. Tetapi majikannya mengatakan, bahwa Diana sudah terikat kontrak 2 tahun dari perusahaan penyalurnya berkerja sebagai PRT.

“Adik saya mengatakan, ia juga dilarang memakai jilbab, tidak diperbolehkan sholat dan harus mengantar orang tua majikannya ke Gereja setiap hari Minggu. Ditambah lagi, pasport dan handphone (HP) ditahan majikannya,” tutur Eli kakak korban, dengan kedua mata berlinang.

Surat permohonan keluarga Diana Fitira, agar bisa dipulangkan ke Indonesia/MS

Sementara itu, Dedhy Prasetadhy, sepupu korban mengatakan, bahwa Diana dibohongi oleh PTJKI PT. Ekasanti Jaya Mulya. Semula Diana dijanjikan mengurusi anak idiot (keterbelakangan mental), akan tetapi sesampainya ditempat majikannya, ia justru disuruh untuk mengurusi orang tua yang mengalami gangguan jiwa. Tidak sampai disitu, Diana juga disuruh tidur sekamar dengan orang gila tersebut.

Baca Juga:  Tampil di Forum Internasional di Singapura, Ridho Paparkan Pembangunan Lampung

“Hal ini terungkap, karena Diana sempat melarikan diri dari tempat ia bekerja serta membawa HP miliknya. Sambil berlari ia video call dengan Eli Hertika, dan menceritakan kejadian musibah yang menimpa dirinya. Diana sempat melaporkan kejadian tersebut melalui handphone ke kepolisian negara setempat, akan tetapi ia keburu dijemput oleh majikannya,” ungkap Dedhy.

Keluarga Diana berharap kepada semua pihak, agar dapat membantu kepulangan adiknya kembali ke kampung halaman, karena saat ini Diana masih tertahan di Singapura.

Pasalnya, pihak agency penyalur Diana, yakni PT. Eka Santi Jaya Mulya, meminta pencabutan aduan kasus Diana di Singapura, dan tidak memperpanjang permasalahan jika Diana ingin pulang ke Indonesia.(MS/Chaikal)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top