Modus

Disebut Terima Uang 100 Juta, Kasi Intel Kejari Tuba Membantah

Kasus suap/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Tulang Bawang Akhmad Rafliansyah membantah bahwa dirinya telah menerima uang dari Najmul Fikri senilai Rp100 juta, seperti yang terungkap di persidangan kasus korupsi fee proyek Dinas PUPR Mesuji.

“Jujur sih nggak ada. Saya nggak pernah merasa,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (6/9).

Dia menegaskan, bahwa dirinya tidak sedikitpun bersinggungan dengan aliran-aliran proyek dalam perkara tersebut.

“Kita nggak pernah menerima aliran-aliran itu,” tegasnya.

Disinggung apakah dia mengenal sosok Najmul Fikri, Akhmad Rafliansyah tak menampik hal itu. Dia mengatakan hubungan dirinya dengan Najmul Fikri hanya sebatas pekerjaan saja.

“Kan wilayah hukum Kejari Tulang Bawang sampai ke Mesuji,” ucapnya.

Baca Juga:  Meski Membantah, Polisi Tetap Lanjutkan Tuduhan Penipuan oleh Fajrun Najah Ahmad

Sementara itu, Jaksa KPK, Wawan Yunarwanto, saat ditanya terkait hal itu menegaskan, bahwa uang dari Tasuri itu masih berkaitan dengan proyek di 2018.

“Tahunnya Wawan nggak (nyebutin). (Yang jelas) Itu masih ikut proyek di 2018,” kata Wawan Yunarwanto di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis (9/5).

Jika merujuk pada tahun 2018, Kasi Intel di Kejari Tulang Bawang saat itu dijabat oleh Akhmad Raflijansyah Pasra. Akhmad Raflijansyah Pasra menduduki menjadi Kasi Intel Kejari Tuba menggantikan Miryando Eka Putra yang dimutasikan ke Kejari Lampung Tengah sejak 25 Oktober 2017. Kursi jabatan itu masih diduduki Akhmad Raflijansyah Pasra hingga kini.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top