Modus

Direktur PT Sorento Nusantara Budi Winarto Dipolisikan

Komisi Pemberantasan Korupsi/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Salah satu tersangka KPK kasus tindak pidana korupsi kabupaten Lampung Tengah yakni Budi Winarto tampaknya harus kembali berhadapan dengan proses hukum. Pasalnya, Direktur PT Sorento Nusantara ini dilaporkan ke Polda Lampung karena diduga telah memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik. Pelaporan terhadap Budi Winarto dan kawan-kawan tersebut dilakukan, Selasa (9/4/2019) oleh seorang pengacara bernama Japriyanto Manalu.

Selain Budi, dari informasi yang dihimpun, mereka yang dilaporkan atas dugaan pemalsuan keterangan ke dalam surat autentik itu adalah PI, BK dan FY yang diketahui seluruhnya masih keluarga besar Budi Winarto.

Perbuatan Budi Winarto dkk tersebut diduga dilakukan pada bulan Maret 2019. Seluruh informasi di atas diuraikan dalam surat laporan ke Polda Lampung bernomor : LP/B-497/IV/2019/LPG/SPKT tertanggal 9 April 2019.

Baca Juga:  Lapas Rajabasa Belum Bersih dari Peredaran Narkoba

Adapun pihak yang merasa dirugikan adalah Yurike dan Antonius Hadiyanto. Keduanya masih kerabat dari Sugiharto Wiharjo alias Alay, terpidana kasus tindak pidana korupsi yang saat ini tengah menjalani masa tahanannya di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas 1A Bandar Lampung.

Yurike dan Antonius Hadiyanto sendiri sebelumnya, terlibat kerjasama dengan Budi Winarto dalam pengelolaan saham PT Prabutirta Jaya Lestari, sebuah pabrik air mineral yang  beralamat di Jalan Wan Abdurrahman Kelurahan Batu Putu, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung. Produk dari perusahaan ini dikenal dengan minuman kemasan bernama Tripanca.

Semula pengelolaan saham tersebut berjalan baik, sesuai dengan akta notaris nomor 77 PT Prabutirta Jaya Lestari tanggal 25 November 2011.

Baca Juga:  KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi 600 miliar Di Lampura

Namun seiring berjalan waktu, pengelolaan saham tersebut diduga dirubah tanpa sepengetahuan Yurike dan Antonius Hadiyanto.

Pihak Budi Winarto diduga melakukan perbuatannya berdasarkan terbitnya akta notaris nomor 94 tertanggal 25 Agustus 2014 tentang pernyataan keputusan rapat para pemegang saham PT Prabu Tirta Jaya Lestari.

Dikonfirmasi atas informasi di atas, Japriyanto Manalu membenarkan laporan yang dilayangkannya ke Polda Lampung tersebut. Ia menegaskan, bahwa kliennya Yurike dan Antonius Hadiyanto sejauh ini tidak mengetahui adanya perjanjian dalam akta notaris nomor 94 tertanggal 25 Agustus 2014 tentang pernyataan keputusan rapat para pemegang saham PT Prabu Tirta Jaya Lestari.

“Bahwa klien kami Yurike dan Antonius Hadiyanto menyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa mereka tidak pernah menandatangani akta tersebut,” terang Japriyanto.

Baca Juga:  Kampanye Tanpa STTP, Caleg PDIP Untuk Kota Bandar Lampung di Sidang

Japriyanto berharap laporan yang dilayangkannya ke Polda Lampung dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

“Harapan kita persoalan ini dapat ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian,” ucapnya.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top