Iklan
Politik

Dipanggil Karena Ada Gambar Istri Herman HN, Lurah Ini Justru Marah

Banner milik Hj Eva Dwiana Herman HN, yang terpasang di salah satu Kantor Kelurahan Kota Bandar Lampung/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Telukbetung Barat (TBB), Kota Bandar Lampung, menilai Lurah Bakung Hamidi Bahrain, tidak koperatif  saat memenuhi panggilan para pengawas pemilu untuk dimintai klarifikasinya atas terpasangnya banner Majelis Taklim Rachmat Hidayat (MTRH) di depan kantor pemerintahan tersebut.

“Beliau (Hamidi) marah-marah dan langsung pulang tanpa pamit, saat masuk di pertanyaan kelima, sehingga kami menilai beliau tidak kooperatif,” kata Ketua Panwascam TBB, Ferdian Darwis, Rabu (30/5).

Pemanggilan yang berlangsung sekitar 30 menit itu, ia menilai bahwa Lurah Bakung merasa terpojok dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Panwascam. Dalam sesi tanya jawab itu, pihaknya menanyakan perihal apakah lurah tersebut mengetahui banner MTRH yang terpasang dikantor pemerintahan tersebut.

Baca Juga:  Siap-siap Mukernas, Demi Dukung Jokowi Bravo 5 Mantap Jadi Ormas?

“Dia (Lurah) menjawab tidak tahu dan memberi pernyataan lain yakni bahwa dia dikasih tahu oleh staff-nya bahwa ada banner dan disuruh untuk dipasang. Kemudian saya bertanya lagi, siapa yang menyuruh staf bapak untuk memasang banner itu. Dia (Lurah) menjawab tidak dan tidak pula melihat bannernya,” terang Ferdian.

“Menanggapi jawaban itu, secara logika, karena banner itu terpasang di hari libur, Minggu. Sedangkan bapak menjawab di hari kerja,  kemudian ia (Lurah) menjawab kalau terpasang hari libur dia tak tahu,” ucapnya.

Kemudian, pihaknya kembali melontarkan pertanyaan, terkait banner yang dipasang pada hari kerja. Sebab, kelurahan Bakung, TBB, Bandar Lampung hanya memiliki dua banner yang terpasang, yakni MTRH dan Plt Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar yang meminta masyarakat agar jangan Golput pada pilgub 27Juni 2018 mendatang.

Baca Juga:  Gubernur Arinal Dukung Segala Bentuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Bandar Lampung

“Saya bilang lagi ke beliau (Lurah), setahu saya banner Yusuf Kohar itu sudah terpasang sejak 3-4 bulan sebelum hari ini. Lalu Banner yang mana yang disuruh untuk dipasang itu. Mendengar beberapa pertanyaan dari saya, Lurah itu berkelit dengan memberi jawaban yang tidak jelas. Akhirnya dia (Lurah) merasa dipojokkan dan  marah –marah sembari berkata kalau saya merasa dipojokkan saya pulang, kemudian kami mencoba menahannya agar tidak pulang untuk melanjutkan klarifikasi,” tegasnya.

“Tidak lama kemudian dia (Lurah) marah lagi dan mengancam akan pulang. Kemudian, Alhamdulillah beliau (Lurah) kembali tertahan karena belum ada titik temu dalam klarifikasi tersebut. Selanjutnya, karena kembali merasa dipojokkan, akhirnya dia (Lurah) langsung pulang meninggalkan ruangan saat klarifikasi sedang berlangsung.  Saya coba memanggil, tetapi dia tidak mau  menoleh. Selanjutnya, saya meminta tolong staf saya untuk memanggil lurah tersebut, setelah itu staf saya mengatakan bahwa beliau (Lurah) sudah pulang,” ujarnya lagi.

Baca Juga:  Suara Partai PAN dan PKS Hilang, Bawaslu Lamtim Rekomendasi Buka C1

Oleh karena itu, pihaknya menunggu arahan dari Panwas Kota Bandar Lampung untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut. “Untuk saat ini kita menunggu arahan dari Panwas kota terkait langkah kedepannya seperti apa,” pungkasnya.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top