Daerah

Dinsos Sambangi Rumah Sarjono Keluarga Miskin di Pangenjuru Tengah

Dinas Sosial Kabupaten Purworejo, mengunjungi keluarga miskin dan penyandang disabilitas di Dusun Trukan Kelurahan Pangenjuru Tengah, Purworejo/MAS

PURWOREJO – Guna mengklarifikasi pernyataan Sarjono ke media, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Purworejo, langsung mengunjungi kediamannya di Dusun Trukan Kelurahan Pangenjuru Tengah, Purworejo, Jumat (29/11).

Kedatangan pihak Dinsos tersebut, disambut baik oleh Sarjono dan Hery, selaku Ketua Komando Bela Rakyat Purworejo.

Sekretaris Dinsos Kabupaten Purworejo, Sri Lestariningsih, langsung memberikan penjelasan terkait regulasi bantuan yang bisa diterima keluarga Sarjono.

Sri Lestariningsih menyampaikan, bahwa keluarga Sarjono telah menerima bantuan dari Gubernur senilai Rp1 juta (isidentil), bantuan BPNT (beras dan telur) setiap bulan, bantuan kartu PBI JKN (Kartu KIS) untuk berobat dan bantuan ODKB (orang dengan kedisabilitasan bisa) dari APBD II Kabupaten Purworejo sebesar Rp300 ribu perbulan tahun 2019.

Menanggapi bantuan tersebut, Sarjono mengaku, bahwa baginya semua bantuan itu memang haknya sebagai masyarakat miskin.

Baca Juga:  Pemkab Purworejo Lelang 4 Jabatan Camat

Perihal pernyataan dari Dinsos bahwa ODKB dan PKH harus dipilih salah satu, menurut Sarjono bantuan untuk anaknya itu sendiri dan bantuan PKH sendiri. Karena beban yang harus ditanggung Sarjono tidak hanya miskin namun juga merawat anaknya yang difabel.

“Pernyataan saya kepada media saat itu memang benar bahwa selama ini hanya di data tapi tidak pernah terealisasikan. Saya tidak mendapatkan apa-apa, bantuan ODKB sudah saya terima, namun hanya di tahun 2019 ini tepatnya bulan November, sesudah pernyataan saya ke media lalu,” ungkapnya.

Kendati demikian, Sarjono berterima kasih atas kunjungan langsung dari Dinsos Kabupaten Purworejo.

Menanggapi pernyataan Sarjono, Sri Lestariningsih menyampaikan, jika Keluarga Sarjono memang pernah masuk dalam daftar penerima PKH tahun 2017, namun saat itu bersamaan dengan bantuan ODKB yang diterima Fajri.

Baca Juga:  26 Jenis Penyandang Masalah Sosial Dapat Jaminan Pemprov Lampung

Pihak pendamping membuat pernyataan dengan istri Sarjono untuk memilih salah satu bantuan. Dikarenakan bantuan pemerintah tersebut tidak boleh ganda

Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, Sarjono berterimakasih atas kunjungan langsung dari Dinsos Kabupaten Purworejo.

Ditambahkan oleh Sri Lestariningsih setelah melihat kondisi rumah Sarjono, pihaknya akan mengusahakan bantuan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) tahun 2020, dengan syarat kepemilikan tanah rumah tersebut untuk mendapatkan RTLH tidak menjadi permasalahan, atau harus ada surat pernyataan dari seluruh keluarga Sarjono.

“Saya tidak berjanji, tapi akan saya usahakan. Syarat RTLH kepemilikan tanah, nantinya saya tidak mau kalau sudah dibangun nanti menjadi masalah dan dirobohkan lagi, itu akan sia-sia,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Hery turut mengucapkan terima kasih atas respon cepat Dinsos untuk melakukan klarifikasi ke keluarga Sarjono.

Baca Juga:  Pertemuan Murid dan Guru di Lampung Selatan Mendadak Hening

Meski begitu, dia juga meminta petugas lapangan yang bertugas mendata juga harus jeli dan cermat.

“Semoga Pemkab Purworejo lebih teliti dan empati terhadap warga miskin di Purworejo. Jangan melulu memprogram proyek-proyek saja dengan nilai yang tinggi, namun warga miskin juga harus diperhatikan,” terang Hery.

Hery meminta agar warga miskin harus menjadi target prioritas dimakmurkan.

“Tolong dengar saya para pemimpin Purworejo, empatilah dan pedulillah terhadap warga miskin yang jumlahnya ribuan orang,” beber Hery.(MAS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top