Iklan
Daerah

Dinsos Lampung Paparkan Persiapkan Transformasi Bantuan Rastra ke BPNT

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, memberikan arahan kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) se-Kabupaten Tanggamus/Istimewa

TANGGAMUS – Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, memberikan arahan kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) se-Kabupaten Tanggamus, terkait dengan persiapan transformasi bantuan sosial pangan dari Beras Sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Agung, Kamis (18/10).

Disampaikan oleh Sumarju, perbedaan program Rastra dengan Bansos Rastra dan BPNT, yaitu jika Program Rastra Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan 15 kg beras dengan biaya tebus sebesar Rp24.000, maka untuk Bansos Rastra masyarakat mendapatkan 10 kg tanpa biaya tebus.

Sedangkan untuk BPNT, masyarakat mendapatkan bantuan non tunai Rp110.000/bulan untuk membeli bantuan pangan di pedagang bahan pangan (E-Warung) yang bekerjasama dengan bank penyalur.

Baca Juga:  Tim Nusantara Sehat Diharap Beri Sumbangsih Layanan Kesehatan  di Lambar

Dikatakan oleh Sumarju, bahwa program BPNT Provinsi Lampung, baru dilaksanakan di Kota Bandar Lampung dan Kota Metro. dan dalam waktu dekat diperkirakan akan mulai diterapkan di Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah dan Lampung Selatan.

Sedang Kabupaten lainnya akan dilaksanakan pada tahun 2019.

“Oleh karena itu perlu kita siapkan dengan sungguh-sungguh; sehingga pada pelaksanaannya tidak mengalami hambatan,” harap Sumarju.

Persiapan yang perlu dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten calon transformasi Rastra ke BPNT antara lain, akurasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM), pemetaan sebaran KPM, pemetaan daerah yang blank spot , perencanaan KUBE Jasa/e-warong dan koordinasi dengan bank penyalur.

Sementara itu, Kepala Seksi Bantuan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus,Ismail, mengatakan bahwa jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Rastra di Kabupaten Tanggamus sebanyak 41.158 KPM, dengan demikian diperlukan e-warong sebanyak 158 kelompok dengan estimasi satu e-warong melayani 250 hingga 300 KPM.

Baca Juga:  Kakek Asal Tanggamus Perkosa cucu Hingga Melahirkan

Perlu diketahui bahwa jumlah e-warong yang tersedia dan sudah berjalan sampai dengan sekarang sebanyak 10 kelompok.

“Sedang demi kelancaran BPNT akan memaksimalkan KUBE Jasa sebagai e-warong,” katanya.

Program BPNT merupakan upaya mereformasi program Rastra yang dilaksanakan berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan efektifitas dan ketepatan sasaran program, serta mendorong inklusi keuangan.

Penyaluran Bantuan Pangan secara Non Tunai melalui sistem perbankan juga dimaksudkan untuk mendukung perilaku produktif masyarakat melalui fleksibilitas waktu penarikan bantuan.

Hadir dalam acara tersebut  Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Perkotaan Dinsos Lampung Yulia eva, Koordinator Teknis Kabupaten Tanggamus dan TKSK se Kabupaten Tanggamus.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top