Iklan
Bandar Lampung

Dinsos Lampung Bekali Keterampilan Pijat Bagi Difabel Netra

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, saat membuka acara Literasi Pijat bagi Defabel Netra/LS

BANDAR LAMPUNG – Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni, membuka acara Literasi Pijat bagi Defabel Netra yang berlangsung, di Balai Pelayanan Kesehatan Lampung, Senin (16/7).

Dalam pemaparannya, Sumarju mengatakan, kegiatan bimbingan pemantapan (bimtab) pijat merupakan salah satu sarana pelayanan dan rehabilitasi sosial yang berfungsi memperdalam ilmu dan ketrampilan yang telah dimiliki oleh penyandang defabel netra.

Menurut Sumarju, dalam pelaksanaan bimtab pijat tidak hanya terbatas pada massage dan refleksi saja, namun dapat dikembangkan ke pijat shiatsu dan jenis pijat lainnya.

Dengan motto ‘Penyandang difabel netra tidak perlu dikasiani namun berilah kesempatan’, para difabel netra berharap masyarakat yang ‘beruntung’ (tidak difabel) tidak memandang bahwa penyandang difabel netra tidak mempunyai kemampuan, tergantung orang lain bahkan hanya mengandalkan belas-kasihan orang lain.

Baca Juga:  Hanya 30 Persen Pelaku Usaha Ikut Serta BPJS Ketenagakerjaan

Dikatakan Sumarju, kemampuan difabel netra bidang masage/pijat tidak diragukan lagi namun dengan menjamurnya layanan jasa masage dimana-mana. Hampir setiap salon yang dulunya hanya untuk perawatan wajah dan rambut sekarang bertambah fungsinya juga sebagai tempat refleksi maupun massage tradisional.

Oleh karena itu Dinas Sosial Provinsi Lampung menyelenggarakan peningkatan keterampilan yang dikemas dengan kegiatan “Literasi Difabel Netra dalam Pengembangan Pijat Angkatan I.

Literasi pijat diikuti oleh 40 orang terdiri dari 20 defabel netra dan 20 orang pendamping. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 16 s/d 21 Juli 2018 di Balai Pelayanan Kesehatan Lampung.

Sementara Kepala Seksi Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Sutikno menambahkan, sebelumnya telah dilakukan penjangkauan/asismen. Dari hasil penjangkauan diketemukan sebanyak 58 orang difabel netra yang perlu dilakukan literasi.

Baca Juga:  Kawal Raperda Provinsi Lampung Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan

Akan tetapi, lanjut Sutikno, karena keterbatasan anggaran pada tahun 2018 ini baru dapat terlayani sebanyak 40 orang se Provinsi Lampung yang terbagi dalam 2 angkatan.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top