Daerah

Dikelola Pihak Ketiga, Pembangunan Onderlagh di Tiyuh Tirtamakmur Asal Jadi

Pembangunan Onderlagh di Tiyuh Tirtamakmur/Suluh/RUS

TULANGBAWANG BARAT – Pembangunan fisik senilai Rp205.660.000, untuk pembuatan jalan desa melalui anggaran Dana Desa tahun 2019 yang tersebar di tujuh tempat di Tiyuh Tirtamakmur, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat, dikerjakan oleh pihak ketiga dan terkesan asal-asalan.

Pasalnya, pekerjaan yang notabenenya dikerjakan oleh TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) tiyuh setempat, justru diborongkan oleh pihak ketiga.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Efendi, selaku Ketua TPK Tiyuh Tirtamakmur, pada kamis (19/12) di kediamannya.

“Untuk pekerjaan di 7 titik itu sepanjang 700 meter, dan yang ngeborongnya Pak Rudi. Dia yang memasukan semua batunya, kita hanya sebagai pengawasan saja. Untuk keuangannya sendiri pak kepalo tiyuh yang megang, karna dari awal saya tidak mau megangnya,” jelas Efendi.

Pekerjaan onderlagh, menurut Efendi, sampai saat ini sudah dikerjakan semua dan hanya menunggu proses serah terima. Terkait proses pengerjaan yang terkesan asal-asalan, menurutnya pada proses pelaksanaan beberapa waktu yang lalu, ada beberapa bahan material batu belum datang.

Baca Juga:  Terpapar Limbah, Warga Way Kenanga Tagih Janji Perusahaan Sawit

“Jadi batu yang ada langsung mereka hamparkan saja,” jelasnya.

“Memang waktu proses pengerjaan kita kekurangan bahan material batu, tapi dengan batu yang ada kami hamparkan saja sambil menunggu batu datang, dan itu pun sudah saya kordinasikan kepada Pak Jumadi dan anak buahnya selaku pemborong jalan itu,” tambah Efendi.

Untuk jumlah dan harga borongan jalan tersebut, lanjut Efendi, dari panjang 700 meter secara keseluruhan diborong dengan harga Rp65 juta hingga Rp70 juta.

Efendi, Ketua TPK Tiyuh Tirtamakmur/Suluh/RUS

“Itu di luar pemesanan pasir dan upah pekerja. Untuk batu belah kalau nggak salah, kita borongkan dengan Pak Rudi sebesar Rp65 juta sampai Rp70 juta. Sementara buat pekerja, kita borongkan kurang lebih Rp21 juta. Karena jumlah pastinya saya lupa, sebab datanya ada di kantor semua. Tapi kira- kira begitu,” ucapnya.

Baca Juga:  Tersambar Petir, Puluhan Rumah Warga di Penumangan Baru Rusak

Dari pantauan dilapangan, hasil pekerjaan onderlagh di tiyuh tersebut terkesan asal jadi. Pasalnya, jalan yang semestinya dihampar pasir, namun langsung di susun batu. Pemasangan batu itu pun terlihat tersusun tidur dan tidak sesuai dengan spesifikasi pembuatan jalan onderlagh.

Hal ini juga dibenarkan oleh salah satu warga setempat bernama Budi, dirinya menyayangkan pekerjaan yang dikerjakan oleh TPK Tiyuh Tirtamakmur yang terkesan asal jadi dan tidak mengutamakan kualitas jalan tersebut, lebih mirisnya lagi pekerjaan tersebut diborongkan oleh pihak ketiga.

“Sayang sekali loh pak, pekerjaan jalan yang menghabiskan anggaran sangat besar tapi hasilnya kurang maksimal,” ungkap Budi.

Pembangunan fisik maupun non fisik yang dikelola pihak desa atau tiyuh, semestinya harus mengutamakan mutu dan kualitas sesuai dengan arahan pemerintah pusat.

Baca Juga:  30 Penjabat Kakam Dilantik, Raden Adipati Surya Ingatkan Soal Dana Desa

Bahwa pekerjaan melalui anggaran Dana Desa harus merujuk kepada perubahan tentang tata kelola dana desa melalui chas for work, dengan harapan masyarakat pedesaan bisa ikut serta dalam proses pembangunan infrastruktur di desa masing- masing.

Sehingga warga desa bisa mendapatkan dampak positif dari program secara langsung dengan menjadi pekerja dalam setiap pembangunan, yang lebih dikenal dengam swakelola masyarakat setempat.(RUS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top