Modus

Digrebek Warga, Anggota DPRD Lampura Bantah Tudingan Selingkuh

Anggota DPRD Lampung Utara, Herwan Mega/EDI/Suluh

LAMPUNG UTARA – Anggota DPRD Lampung Utara (Lampura) Herwan Mega, menepis anggapan bahwa dirinya memiliki hubungan asmara dengan Sri Ferliantini.

Apalagi disebutkan bahwa mereka terlibat perselingkuhan sehingga warga di Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, menggerebek pada Minggu (24/11) malam kemarin.

Dalam jumpa pers pada Senin (25/11), Sekretaris Partai Demokrat Lampung Utara ini, menjelaskan bahwa ketika itu dia justru sedang melunasi hutang-hutangnya pada pelaksanaan Pemilu serentak lalu.

Sri Ferliantini disebutnya telah membantu anggaran operasional tim pemenangan dengan menanggung semua biaya komsumsi dan transportasi para relawan hingga Rp10 juta.

“Dengan kata lain tidak ada yang tidak memakai biaya. Salah satu orang yang bernama Sri Ferliantini ini yang membantu saya dengan berbagai cara, baik dengan tenaga, pemikiran serta dana. Ini semata-mata beliau yang tekel untuk biaya operasional bensin, makan hingga rokok,” papar Herwan Mega, saat menggelar jumpa pers.

Lanjut dia, Sri Ferliantini beberapa hari yang lalu menelpon dirinya, guna meminta sejumlah uang sebesar Rp10 juta, karena ada kebutuhan mendesak.

Baca Juga:  Jadi Atensi Polda, Polres Lampung Utara Proses Aksi Koboi Basirun Ali  

Maka malam itu juga, dirinya memberanikan diri untuk datang ke rumah Sri Ferliantini.

“Pas saya tiba, yang bersangkutan sedang tidak berada di rumah, hanya bertemu dengan anak lelaki Sri Ferliantini. Kemudian saya menelpon Sri dan ternyata dia sedang berada di stadion menonton konser. Barulah tak lama kemudian Sri tiba dirumah,” tukas Herwan.

Namun, tidak berselang lama Ketua RT masuk dan langsung menuding bahwa dirinya telah sering kali bertamu pada malam hari dengan bahasa yang kurang menyenangkan.

“Saat itu, saya langsung memotong pembicaraan Pak RT, dan menjelaskan kedatangannya ini untuk menyelesaikan urusan pileg yang belum terselesaikan,” terangnya.

Terkait perbuatan mesum atau tuduhan lain yang disangkakan kepadanya, politisi Partai Demokrat ini menegaskan bahwa tudingan itu tidaklah bener.

“Saya bersumpah tidak ada perbuatan yang ditudingkan atau dituduhkan itu,” tegasnya.

Herwan mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang di lakukan oleh jajaran Polres Lampung Utara, ia dan Sri Ferliantini, dinyatakan tidak bersalah karena belum cukup bukti. Selain itu karena tuntutan pidananya pun tidak ada.

Baca Juga:  Inna Lillahi, Bapak Murah Senyum, Direktur Bisnis Bank Lampung Nurdin Hasboena, Wafat

Ada juga perjanjian yang dibuat dengan dukungan masyarakat RT 5 LK 2, yang isinya menyatakan bahwa tidak ada tuntutan oleh masyarakat dan tidak ada lagi persoalan antara salah satunya. Apabila dikemudian hari terulang kembali maka, dirinya siap menaati hukum.

“Dan sekali lagi kepada seluruh masyarakat Lampura, wabil khusus warga Kelurahan Sindang Sari. Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas kejadian yang sempat viral di media sosial,” tutup Sekertaris Partai Demokrat ini.

Anggota DPRD Lampung Utara, Herwan Mega, saat menggelar jumpa pers/EDI/Suluh

Sebelumnya diberitakan, saat sedang berduaan di dalam rumah, anggota DPRD Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Herwan Mega, digrebek massa, pada Minggu (24/11) malam, sekitar pukul 22.10 WIB.

Penggerebekan terhadap oknum politisi dari Partai Demokrat ini, dilakukan oleh warga dengan cara mengepung rumah milik SR, warga Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi.

Baca Juga:  LKPJ APBD 2020 Lampura Rampung, Budi Utomo Apresiasi Pihak Legislatif

Menurut keterangan Ketua RT Sindang Sari, Ashadin Ashar, penggerebekan yang dilakukan oleh warga terhadap oknum wakil rakyat tersebut bukan tanpa alasan.

HM sudah sering berkunjung dikediaman warganya yang diketahui sudah tidak memilik suami atau berstatus janda.

“Dulu pernah kami grebek, tetapi lolos dari pantauan warga setempat. Kemungkinan rencananya sudah diketahui yang bersangkutan,” tandas Ashar.

Diketahui, usai digrebek warga, HM dan SR dibawa ke polres setempat dengan menggunakan kendaraan patroli untuk dilakukan pemeriksaan.(EDI/PLY)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top