Bandar Lampung

Diduga Selewengkan Anggaran, Tiga Mantan Pejabat Sekretariat DPRD Tulangbawang Jadi Tersangka

Kasus korupsi/Ilustrasi

Bandar Lampung – Tiga pejabat pada Sekretariat DPRD Tulangbawang ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan korupsi berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus [Ditreskrimsus] melalui penyidik Subdit III Tipikor. Penyidikan perkara ini dilakukan 2 Maret 2020.

Berikut mereka yang menjadi tersangka: mantan Bendahara Sekretariat DPRD Tulangbawang Nurhadi; mantan Bendahara Sekretariat DPRD Tulangbawang Syahbari; dan mantan Sekretaris DPRD Tulangbawang Badrudin.

Dasar penyidikan ini berangkat dari dugaan penyelewengan anggaran di Sekretariat DPRD Tahun Anggaran 2018-2019.

Teranyar, Ditreskrimsus Polda Lampung berkirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan [SPDP] ke Kejaksaan Tinggi [Kejati] Lampung. Di dalam Surat itu disebutkan bahwa Syahbari ditetapkan sebagai tersangka usai dilakukan penyidikan tertanggal 2 Maret 2020. Syahbari menjadi tersangka berdasarkan penetapan tersangka Nomor S. Tap/04/VI/2020/Ditreskrimsus, tanggal 23 Juni 2020.

Baca Juga:  3 Polisi Viral Bakal Disanksi

Surat ini ditandatangani oleh Ade Safri Simanjuntak selaku Direktur Reserse Kriminal Khusus, yang saat itu masih berpangkat AKBP. Kini telah berpangkat Kombes Pol.

Nurhadi diketahui sempat mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Pada 19 Agustus 2020, hakim memutuskan untuk menolak pengajuan praperadilan Nurhadi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengamini penetapan tersangka kepada tiga orang tadi. Kabar terbarunya, ketiga tersangka tadi sudah ditahan oleh penyidik.

Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menambahkan, penyidik segera melakukan pemeriksaan kepada para saksi untuk melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan korupsi tersebut.

“Memang benar penyidik Subdit III Ditreskrimsus Polda Lampung telah melakukan penahanan dan saat ini tengah dilakukan proses pemeriksaan kepada saksi-saksi dalam rangka penyidikan,” ungkap dia,¬†Kamis malam, 24 September 2020.

Baca Juga:  Posko Demokrasi Laporkan 3 Panwaslu ke Polda Lampung

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada dugaan penggunaan anggaran di Sekretariat DPRD Tulangbawang dimaksudkan untuk menguntungkan para tersangka. Diduga, modus operandi yang dilakukan adalah dengan cara membuat laporan fiktif terkait perjalanan dinas dan anggaran tunjungan komunikasi yang tak mampu dipertanggungjawabkan peruntukannya. [Redaksi]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top