Iklan
Modus

Diduga Menolak Pasien, BPJS Kesehatan Gelar Pertemuan Dengan RS Urip Sumoharjo

RS Urip Sumoharjo, Kota Bandar Lampung/Net

BANDAR LAMPUNG – Perihal adanya dugaan penolakan pasien BPJS di RS Urip Sumoharjo. BPJS Kesehatan cabang Bandar Lampung langsung menggelar pertemuan dengan rumah sakit, Rabu (4/7).

Pertemuan dengan manajemen rumah sakit itu berlangsung sekitar satu jam di lantai dua gedung depan rumah sakit. Usai pertemuan, baik pihak BPJS maupun rumah sakit belum bersedia memberikan keterangan terkait hasil pertemuan itu.

“Besok akan disampaikan oleh Pak Nurman (Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Cabang Bandar Lampung),” kata salah satu petugas BPJS usai pertemuan, Rabu (4/7).

Sementara itu pihak rumah sakit sendiri menegaskan tidak ada penolakan terdapa pasien tersebut. Menurut Kabag Umum RS Urip Sumoharjo, Lia, hal tersebut hanyalah salah komunikasi. Namun dia belum bersedia menerangkan lebih lanjut.

“Nanti akan ada press rilisnya, pihak rumah sakit bersama pihak BPJS Kesehatan,” kata dia.

Sebelumnya, seorang pasien asal Tulangbawang Barat harus menelan kekecewaan lantaran gagal berobat karena RS Urip Sumoharjo menolak rujukan BPJS rawat jalan Poli Bedah Onkologi.

Baca Juga:  Pemilu di Lampung Selatan dan Pesisir Barat Diulang  

Jika ingin berobat ke rumah sakit tersebut, pasien harus menggunakan biaya pribadi atau umum.

Pasien Arjuna (48) mengatakan dirinya sudah membawa rujukan BPJS dari rumah sakit daerah Menggala, Tulangbawang yang ditujukan ke RS Urip Sumoharjo. Dia dirujuk ke Urip untuk mengkonsultasikan penyakit benjolan di payudaranya yang diduga kanker.

Saat itu 9 Juni 2018, dirinya mendaftar melalui telepon ke poli rawat jalan RS Urip di nomor 08117257430 untuk mendaftar ke dokter bedah onkologi RS Urip. Saat itu dirinya mendapat jadwal kontrol 30 Juni 2018 dengan nomor urut 50.

Tiba pada saat kontrol, dirinya mengkonfirmasi ulang melalui nomor telepon yang sama. Saat itu yang mengangkat telepon adalah petugas perempuan. Pasien ini menanyakan jadwal praktik dokter, si petugas memintanya agar datang pukul 16.00 WIB.

Baca Juga:  Sosok Ridho Ficardo Yang Terbiasa Memimpin Sejak Kecil

Namun pasien terkejut saat petugas itu mengatakan bahwa kebijakan dokter dan rumah sakit tidak melayani pasien BPJS hanya umum saja.

“Petugas perempuan itu bilang, untuk konsultasi dan obat bayar pribadi, kecuali kalu ada tindak lanjut dan rawat inap,” kata Anna, sapaan akrab pasien ini, Senin (2/7).

Dia pun kecewa, jika memang tidak melayani pasien BPJS mengapa mendapat rujukan ke RS tersebut. Apalagi sudah menunggu hampir satu bulan.

“Masa rumah sakit dan dokter pilih pilih, hanya pasien umum saja. Mentang mentang pakai BPJS tidak mau dilayani, itukan bayar juga. Sama saja dokter dan rumah sakit itu tidak mendukung program pemerintah,” kata dia.

Saat ditelusuri ke nomor yang dimaksud, memang benar, seorang petugas perempuan mengatakan untuk poli bedah onkologi tidak melayani pasien BPJS kecuali jika rawat inap.

“Ya memang dokternya tidak mau. Tiga dokter onkologi, dokter Adhi, dokter Bintang, dan dokter Dino tidak mau, kecuali yang pakai biaya pribadi saja. Kalau pakai BPJS ke Abdul Moeloek saja,” kata petugas ini menjelaskan.

Baca Juga:  Gunadi Akui Penuhi Panggilan KPK

Menurut dia untuk pelayanan poli bedah onkologi satu kali konsultasi pasien harus mengeluarkan Rp350 ribu. “Iya sekitar 350 ribu, belum termasuk kalau ada obatnya,” kata dia.

Untuk diketahui, salah satu dari tuga dokter itu yakni dojter Adhi N merupakan dokter bedah onkologi dari Bandung yang pulang pergi ke Lampung untuk praktik di RS Urip Sumoharjo.(AJ/LM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top