Modus

Diduga Melakukan Penganiayaan, BEM FH Tuntut Bekukan UKM Mahusa

Puluhan mahasiswa yang tergabung dengan Aliansi Lembaga Kemahasiswaan di FH Unila tersebut, merespons dugaan penganiayaan terhadap dua mahasiswa/SUL

BANDAR LAMPUNG – Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum Unila menyampaikan aspirasi di depan Dekanat Fakultas Hukum Unila, Selasa (3/3).

Puluhan mahasiswa yang tergabung dengan Aliansi Lembaga Kemahasiswaan di FH Unila tersebut, merespons dugaan penganiayaan terhadap dua mahasiswa yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa.

Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa FH Unila Jati Airlangga, mengatakan bahwa aksi dari aliansi lembaga kampus merespons dugaan penganiayaan yang melibatkan mahasiswa FH Unila.

“Ada dugaan penganiayaan mahasiswa, maka kami aliansi lembaga kampus menuntut pimpinan fakultas untuk mengusut tuntas persoalan ini,” ujar Jati.

Baca Juga:  Beri Pelatihan di Lampung, KPK : Semua Perkara Korupsi Harus Selesai

Jati menambahkan bahwa ada tiga tuntutan yang sudah disepakati oleh Dekan Fakultas Hukum Unila dan Pembina UKM-F Mahusa.

“Pertama pembekuan UKM-F Mahusa, kedua berikan sanksi akademik kepada pelaku penganiayaan, dan terakhir usut tuntas persoalan ini,” pungkas Jati.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unila, Prof. Maroni ketika dihubungi mengatakan bahwa benar ada puluhan mahasiswa yang menuntut untuk mengevaluasi keberadaan UKM-F Mahusa.

“Benar ada tuntutan adik-adik mahasiswa, kita akan rapatkan lagi untuk evaluasi keberadaan UKM-F Mahusa,” ujar Maroni.

Maroni menambahkan dekanat akan merapatkan segera untuk membekukan UKM-F Mahusa satu tahun.

“Kita akan rapat, segera akan memberhentikan segala aktivitas UKM-F Mahusa selama satu tahun, untuk dibina,” tutup Maroni.(LS/SUL)

Baca Juga:  Tokoh Bandit Mesuji Menyerahkan Diri
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top