Iklan
Wisata

Didominasi dari Kapal Pesiar, Kunjungan Wisman ke Sabang Melonjak Tajam

Wisman yang datang dengan kapal pesiar mendominasi jumlah ke Sabang, Nangroe Aceh Darussalam (NAD)/Net

SABANG – Angka kunjungan wisatawan Mancanegara (wisman) ke Sabang, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) di tahun 2018 melonjak tajam. Hal ini merupakan imbas gencarnya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggenjot pertumbuhan masuknya kapal pesiar.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang Anton Helistiawan menyatakan, dari 3.387 orang pada 2017 menjadi menjadi 6.691 orang pada 2018. Wisman yang datang dengan kapal pesiar mendominasi jumlah itu.

Wisman yang berkunjung berasal dari Asia, Eropa dan Afrika. Selain dengan kapal pesiar, wisman tersebut juga datang dengan yacht, bahkan pesawat pribadi.

“Jadi pada 2018, kunjungan wisata asing ke pelabuhan laut Sabang 6.691 orang itu. Ini (belum) ditambah pesawat pribadi dari Kuala Lumpur yang langsung mendarat di Bandara Maimun Saleh Salang sebanyak 21 orang,” kata Anton, di Sabang, Rabu (16/1).

Peningkatan besar terjadi dari makin banyaknya kapal pesiar yang berlabuh di Sabang. Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) mencatat jumlah kunjungan kapal pesiar mancanegara di tahun 2018 naik 50 persen dibandingkan dengan 2017. “Pada 2018, ada enam kapal pesiar sandar di Sabang,” kata Kepala Unit Kepelabuhanan BPKS Zulkarnaini Abdullah.

Baca Juga:  Kemenpar Bidik 4 Juta Wisman Lewat Wilayah Perbatasan

Enam kapal pesiar yang singgah ke salah satu pulau terluar Indonesia tersebut meliputi MS. Seabourn Encore, MS. Silver Discovery, kapal islamic cruiseMV. Costa Victoria, MS. Marella Discovery, dan MS. Seabourn Ovation.

Kapal pesiar MS. Seabourn Encore melakukan perjalanan wisata dari Phuket di Thailand menuju Pulau Weh di Sabang. Kapal ini dua kali sandar di Sabang pada 27 Maret dan 22 November 2018 selama 12 jam lalu melanjutkan perjalanan menuju Colombo di Sri Lanka.

Panjang kapal berbendera Bahamas itu 177,76 meter dan lebar 27,9 meter, bobotnya 41.865 gross tonnage (GT). Saat sandar pertama mengangkut 552 wisatawan asing plus 423 anak buah kapal (ABK), sedangkan yang kedua membawa 589 pelancong dan 415 ABK.

Pada 18 Desember 2018, secara bersamaan ada dua kapal pesiar bersandar, MV. Seabourn Ovation dan MS. Marella Discovery. Seabourn Ovation (Bahamas) bertolak dari Chochin di India, sandar di Pelabuhan BPKS Sabang lalu melanjutkan rute ke Phuket di Thailand.

Baca Juga:  Menpar Arief Yahya Mantapkan Singapore Sebagai Tourism Hub

Sementara itu, kapal Marella Discovery berbendera Malta dari Colombo usai bersandar di Pelabuhan BPKS Sabang juga melanjutkan perjalanan ke destinasi sama, yakni Phuket. Kapal Seabourn Ovation berpenumpang 569 orang ditambah 419 ABK sedangkan Marella Discovery mengangkut 1.752 orang plus 575 ABK.

Sementara itu Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Bahari Indroyono Soesilo mengatakan, jika Kemenpar memang terus mengenjot pertumbuhan kunjungan kapal pesiar ke Indonesia. Pada 2019 ini, sudah ada 593 rencana kedatangan kapal pesiar. Jumlah ini naik 19,6% dari tahun 2018 yang mencapai 496 kapal.

Dari total tersebut, Sabang, NAD, wilayah ini mendapatkan slot 25 kapal pada 2019. Jumah ini sekitar 4,22% dari total 593 cruise.

Indroyono menambahkan, cruise ini wajib singgah di Sabang pada 2019.
“Sabang akan mendapatkan 25 calls. Harus diupayakan 25 call kapal ini bisa singgah semuanya di sana. Sebab, potensi Sabang besar. Infrastrukturnya sangat mendukung,” lanjut Indroyono.

Baca Juga:  Tunjangan PNS Anjungan Lampung di TMII Diminta Sama Dengan Jakarta

Terpisah Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pertumbuhan kunjungan kapal pesiar di Indonesia sangat bagus. Diproyeksikan angkat kunjungan wisman lewat jalur ini akan naik 9,7% dari tahun 2018.

“Lini bahari merupakan jalur cepat untuk mengoptimalkan pintu masuk wisman. Trennya pun selalu terkatrol positif. Apalagi Sabang yang memiliki destinasi bahari serta infrastruktur memadai. Tentunya akan terus kita optimalkan untuk meraup devisa dari seksinya lini bahari Nusantara,” pungkas Menteri asal Banyuwangi itu.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top