Panggung

Didi Sang Pejuang Itu Pun Akhirnya Berpulang

Almarhum Didi Junaidi, pegiat antikorupsi Lampung, mantan direktur eksekutif LSM Jaringan Anti Korupsi (JAK) Indonesia/Facebook

BANDAR LAMPUNG – Bagai ketiban gajah, keterkejutan redaksi menyimak pesan masuk WhatsApp politisi PAN, mantan aktivis 1998, Dr Zulfikar Ali Butho SH MHum, Senin (25/2/2019) ba’da Subuh. “Mil, Didi meninggal ya?” tanya Ali, putra mendiang H Datan Sutan Sakti, pendiri RM Taruko Group itu, pukul 05.22 WIB.

Masih tak percaya, redaksi mencek apdet obrolan grup medsos Koalisi Lampung Bersih, jejaring aktivis dan jurnalis pegiat antikorupsi di Lampung. Didi, nama itu, salah satu adminnya.

Baru percaya, bersimbah air mata, kala redaksi melihat kibaran bendera kuning di muka gang masuk rumah duka, Jalan Delima Blok E6/2, Perum Beringin Raya, Kelurahan Beringin Raya, Kemiling, Bandar Lampung.

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun. Siapa Didi? Ya, dialah Didi Junaidi. Dikenal pegiat antikorupsi, almarhum ialah Direktur Eksekutif LSM Jaringan Anti Korupsi (JAK) Indonesia.

Didi Junaidi bin (Alm) Hasan Bhakti, wafat Minggu (24/2/2019) sekira pukul 23.00 WIB, di RS DKT Bandarlampung, karena sakit. Usai disemayamkan, jenazah ayah empat putra-putri ini dikebumikan di TPU Kaliawi, Tanjungkarang Barat, dekat makam almarhum ayahnya.

Baca Juga:  Komunitas Pecinta Kalpataru Targetkan 2.000 Peserta Ikuti Festival Kalpataru

“Mohon doa, permaafan atas segenap kesalahan dan kealpaan almarhum semasa hidup. Semoga almarhum diterima di sisi Allah, semoga segenap ahli musibah tabah. Lahul Fathihah,” pesan udara Ketua Badan Pekerja CeDPPIS Muzzamil kepada para sejawat almarhum.

Mantan Ketua DPRD Bandarlampung, politisi Partai Golkar Azwar Yacub turut kehilangan. “Kami sekeluarga turut berduka cita atas meninggalnya Didi Junaidi. Semoga husnul khotimah. Amiin,” pesan WhatsApp Azwar, pukul 09.08 WIB.

Akademisi FH Unila Yusdianto Alam SH MH senada. “Inna lillahi wa inna Ilaihi rojiuun, semoga husnul khotimah aamiin. Turut berduka,” pesan salah satu penulis buku “Konflik Lahan Perkebunan” ini, pukul 10.08 WIB.

Rektor IIB Darmajaya Ir H Firmansyah Yunialfi Alfian MSc MBA ikut berduka. “Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi wafu’anhu. Semoga akhir hidupnya husnul khotimah,” pesan rektor, pukul 12.04 WIB.

Baca Juga:  280 Bikers Ramaikan 1st Anniversary HPCI Lampung

Belasungkawa juga dikhaturkan Kabag Rendafung Rorenmin Itwasum Polri Kombes Lukas Arry Dwiko Utomo. Mantan Kapolres Lamsel dan Lamteng, serta Wakapoltabes Bandarlampung ini tak dapat menutupi kekagetannya. “Sakit apa almarhum? Saya dan keluarga turut berduka cita,” pesan pamen low profile mantan Wakapolda Maluku Utara ini, pukul 12.33 WIB.

Ucapan sama disampaikan advokat, pegiat antikorupsi, penulis, juga politisi, Koordinator Presidium Jaringan Pemberantasan Korupsi (JPK) Dr Erry Setyanegara SE SH MH. Tak luput, advokat yang juga Koordinator KPKAD Lampung Ginda Ansori Wayka SH MH.

Pantauan redaksi, turut bertakziah sejumlah kolega, antaranya mantan aktivis mahasiswa 1998 Ariefuddin, Nova, Didi, dan Juned Karnado. Juga, direktur LPD Lampung dan koordinator LSM GALAK Romzi.

Sudut lain, tampak mantan Ketua KPU Bandarlampung Budiharjo, akademisi USBRJ Ferry Hendijaya MT, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung Azwar Syafaruddin SH dan istri, Ketua AMPG Bandarlampung Seno Aji SSos MH, pengusaha even organizer Richo Tambuse, TA Pemkot Bandarlampung yang juga Ketua BPD Almisbat Lampung Resmen Kadapi SH MH. Hadir pula, seluruh tetangga, Ketua RT, Lurah setempat, hingga Camat Kemiling, Panca Hartono.

Baca Juga:  Satekari Bius Penonton Dengan Kolaborasi Seni

Pesan almarhum yang per kini selalu terngiang di telinga redaksi, bahwa sedikit pun tak boleh ada rasa takut, dalam sinergi perjuangan kolektif memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya dari muka bumi Indonesia. “Kita hanya boleh takut kepada Allah,” ujar almarhum, medio 2006 silam.

Selamat jalan Bung Didi, sang pejuang. Redaksi turut berduka. Rekam jejak semangatmu melawan praktik korupsi, inspirasi banyak orang tetap lanjutkan. Tidurlah dalam kasih Tuhan, tak sia-sia perjuangan.(LS/MZl)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top