Modus

Didakwa Lakukan Pencabulan, Guru Ngaji Diancam 15 Tahun Bui

Pencabulan/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Seorang guru mengaji di Bandar Lampung, berinisial MY, menjalani sidang perdanannya secara tertutup di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, pada Jumat (20/12), terkait perkara pencabulan yang ia lakukan terhadap anak didiknya sendiri.

Dalam dakwaannya, jaksa  mendakwa MY  telah melanggar pasal 76 E, junto pasal 82 ayat – 2 dan ayat 4 UU No 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak menjadi UU.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa, kejadian tak sepantasnya tersebut bermula sekira bulan Agustus 2019 lalu. Ketika terdakwa  sedang mengajar ngaji anak didiknya di rumahnya, di wilayah Gulak Galik, Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung.

Baca Juga:  Ajukan Kasasi, Terdakwa Korupsi di Disdikbud Lampung Divonis Lebih Berat

Ketika itu posisi korban sedang berhadapan dengan terdakwa, tangan kanan MY menunjuk huruf di Al Quran, sedang tangan kiri terdakwa meraba ke bagian tubuh korban yang terletak di bawah.

Setelah pulang mengaji, korban yang merupakan anak berumur tujuh tahun tersebut, dengan polosnya menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya. Sehingga orang tua korban merasa geram dan segera melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib.

Lantaran perbuatannya tersebut, terdakwa MY terancam menjalani hukuman pidana penjara paling lama selama 15 tahun dan dikenakan denda maksimal sebesar Rp1 miliar.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top