Daerah

Dianggap Tidak Menguntungkan, Warga Desa Padang Ratu Segel Tower PT. TBG

Tower milik PT. TBG yang disegel oleh warga Desa Padang Ratu/MH

PESAWARAN – Emosi warga Desa Padang Ratu, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran, memuncak, menyusul adanya tower TBG (Tower Bersama Grup) yang dinilai tidak menguntungkan warga setempat.

Kemarin (2/3), puluhan masyarakat menyegel keberadaan tower, dan Selasa (6/3), warga terpaksa mencopot aliran listrik yang mengalir ke tower tersebut sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Hal ini disampaikan oleh tokoh masyarakat sekitar Raden Patah saat ditemui di kediamannya.

“Sejak tower berdiri 12 tahun lalu, kami hanya diberi kompensasi Rp 100 ribu saat masih tower salah satu propaider. Setelah itu sampai sekarang setelah menjadi PT TBG, kompensasi sudah tidak ada,” jelasnya.

Baca Juga:  Ada Laporan Pungli di Mesuji, Khamami Siap Angkat Telepon

Namun, kata dia, setelah habis masa kontrak 10 tahun, yang sampai sekarang sudah tidak ada lagi memiliki izin lingkungan dari masyarakat.

“Padahal masa kontraknya sudah habis,” imbuhnya.

Menurutnya, PT TBG tidak pernah memberikan kontribusi apapun kepada desa. Padahal, saat pendirian tower pertama kali, perusahaan tersebut berjanji memberikan bantuan setiap ada kegiatan desa.

Sebelumnya tower pertama kali didirikan oleh PT. XL, lalu beberapa tahun kemudian menjadi milik PT. TBG. Untuk itu masyarakat meminta pengelola tower memberikan dana kompensasi. Diantaranya, terkait kompensasi ke pihak desa.

“Ya kita semua kan tahu, kalau semisalnya bangunan ini rubuh siapa yang bertanggung jawab, belum lagi dampak yang kita terima dari radiasinya,” tegasnya.

Baca Juga:  Imbas Pelebaran Jalan, Warga Desa di Pesawaran Minta Nilainya Tidak Merugikan

Sementara itu, Kepala Desa Padang Ratu, Sukri, membenarkan penyegelan tower yang dilakukan oleh masyarakat.

“Itu bentuk kekecewaan masyarakat terhadap perusahaan yang mengelola. Karena selama ini tidak adanya kompensasi terhadap masyarakat. Hal tersebut yang memicu masyarakat bertindak anarkis,” timpalnya.

Dirinya mengharapkan, pihak PT TBG mau menemui masyarakat untuk membicarakan permasalahan ini dengan baik.

“Kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan lebih baik, maka dari itu saya minta pada PT. TBG untuk duduk bersama mencari jalan keluar yang saling menguntungkan,” harapnya.(MH/PS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top