Iklan
Ekonomi

Dianggap Merusak, BRI Siap Angkat ATM Dasar Laut Pahawang

Pimpinan Wilayah Bank BRI Lampung dan Bengkulu, Yoshua Palti Hutapea/Apriyadi

BANDARLAMPUNG – Manajemen PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) kantor wilayah Lampung dan Bengkulu mengaku siap menarik kembali penempatan mesin ATM dibawah laut Pahawang, apabila menimbulkan kerusakan alam.

Hal tersebut menyusul, munculnya berbagai kritikan atas dibukanya ATM bawah laut di Pahawang, beberapa waktu lalu.

“Jika sebagian orang menilai bahwa tiga unit ATM BRI bawah laut ini merusak terumbu karang, maka kita akan meminta izin untuk mengambilnya kembali,” kata Pimpinan Wilayah Bank BRI Lampung dan Bengkulu, Yoshua Palti Hutapea, saat ditemui, Senin (26/2).

Yoshua menjelaskan, tujuan penenggelaman ketiga mesin ATM BRI di bawah laut di lokasi spot diving Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran, justru untuk pelestarian terumbu karang dan ekosistem bawah laut. Disamping juga sebagai cara untuk menarik minat wisatawan agar berkunjung ke Pulang Pahawang yang berimbas pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat dan pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga:  KPU Bandar Lampung Bakar 24.887 Surat Suara Rusak

“Kami juga sudah mendapat izin dan didukung oleh Dinas Pariwisata Pesawaran, Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Lampung sebelum menenggelamkan ketiga ATM tersebut,” ungkapnya.

Terkait pelestarian terumbu karang dan ekosistem bawah laut, pihaknya memilih lokasi tempat penenggeleman ATM tersebut dengan melakukan survei yang bekerjasama dengan tim diving dari Universitas Lampung.

“Setelah dilakukan pengecekan, dan diarahkan juga oleh kepala desa Petanggahan, yakni desa terdekat dengan lokasi ATM, bawah laut saat ini. Karena terumbu karang di lokasi itu memang sudah rusak,” ucapnya.

“Di sekitar ATM, kami juga memasang waring untuk penanaman terumbu karang yang akhirnya bisa menjadi tempat berkumpul dan berkembangbiaknya ikan,” jelasnya.

Baca Juga:  ICW Dukung Langkah KPK Kelola Pengadaan Barang dan Jasa di Lampung

Untuk pariwisata, pihaknya mengikuti sapta pesona terkait dengan kenangan seperti foto, rekaman film dan sebagainya untuk membuat suasana menjadi semakin lebih indah dengan dibuatkan floating shelter dengan bertuliskan welcome to pahawang.

“Harapannya agar masyarakat yang telah berkunjung bisa dishare agar nantinya bisa menjadi tempat tujuan wisata di Lampung dan para wisatawan itu bisa datang secara berulang-ulang,” ucapnya.

Terkait persoalan mesin ATM bawah laut ini, Kadis Pariwisata Kabupaten Pesawaran Sri Nugraeni menyangkal tudingan dapat merusak ekosistem bawah laut.

“Justru bahan besi itu adalah media yang baik untuk tumbuhnya terumbu karang,” katany.(HI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top